SULAWESI TENGAH — Persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia kian ketat menyusul kedatangan dua kiper naturalisasi berkualitas, Emil Audero dan Maarten Paes. Namun, dalam tiga pertandingan yang telah dijalani skuad Garuda bersama pelatih John Herdman, mulai terlihat pola siapa yang lebih dipercaya.
Emil Audero, kiper berusia 29 tahun kelahiran Mataram, mendapatkan kepercayaan sebagai starter pada dua laga. Sementara Maarten Paes, yang setahun lebih muda, baru sekali menjadi pilihan utama sejak menit awal.
Debut Paes Diikuti Keputusan Berbeda Herdman
Maarten Paes mendapat kesempatan pertama tampil sebagai starter pada laga debut John Herdman, saat Indonesia menghadapi Saint Kitts and Nevis di semifinal FIFA Series 2026, 27 Maret lalu. Garuda menang telak 4-0 dalam pertandingan tersebut.
Namun, saat Indonesia melaju ke final melawan Bulgaria, Herdman membuat perubahan. Emil Audero dipercaya mengawal gawang Merah Putih, sementara Paes harus memulai laga dari bangku cadangan. Meski Indonesia kalah tipis 0-1, penampilan Emil menuai sorotan positif berkat beberapa penyelamatan penting yang mencegah kekalahan lebih besar.
Penampilan Impresif Emil Saat Hajar Oman
Kepercayaan Herdman terhadap Emil kembali terkonfirmasi pada FIFA Matchday Juni 2026. Saat menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 5 Juni 2026, Emil kembali menjadi starter. Paes hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.
Kiper yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Italia itu tampil impresif. Momen paling krusial terjadi menjelang turun minum ketika ia sukses menggagalkan tendangan penalti pemain Oman. Beberapa penyelamatan penting di babak kedua turut menjaga gawang Indonesia tetap perawan.
Penampilan gemilang Emil membantu Garuda meraih kemenangan meyakinkan 3-0 sekaligus mencatatkan clean sheet.
Rekor dan Pengalaman Kedua Kiper
Emil Audero baru saja mengalami degradasi bersama Cremonese di Liga Italia, namun ia mencatatkan 11 clean sheet sepanjang musim. Di sisi lain, Maarten Paes yang awalnya diproyeksikan sebagai pelapis di Ajax, justru berhasil merebut posisi kiper utama klub raksasa Belanda tersebut.
Keduanya sama-sama memiliki reputasi besar. Emil dengan pengalaman panjang di Italia, sementara Paes tampil konsisten di level klub. Keputusan Herdman dalam beberapa laga ke depan akan menjadi penentu siapa yang benar-benar menjadi kiper nomor satu Timnas Indonesia.