Pencarian

Bulog Sulteng Sudah Serap 8.700 Ton Beras Petani, Optimistis Capai Target 11.300 Ton Akhir Tahun

Kamis, 04 Juni 2026 • 11:18:01 WIB
Bulog Sulteng Sudah Serap 8.700 Ton Beras Petani, Optimistis Capai Target 11.300 Ton Akhir Tahun
Bulog Sulteng telah menyerap 8.700 ton beras petani hingga awal Juni 2026.

PALU — Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan bahwa realisasi penyerapan beras dari petani lokal hingga awal Juni 2026 telah mencapai 8.700 ton. Jumlah itu setara 77 persen dari total target tahun ini yang ditetapkan sebesar 11.300 ton.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng Jusri menyatakan optimisme pihaknya dapat memenuhi sisa target sekitar 2.600 ton dalam enam bulan ke depan. Keyakinan ini didorong oleh musim panen yang masih berlangsung di sejumlah daerah.

"Masih ada 2.600 ton beras kami pacu untuk diserap dalam kurun waktu enam bulan ke depan," kata Jusri di Palu, Rabu.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Serapan

Menurut Jusri, capaian ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara Bulog dengan petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, serta mitra penggilingan padi. Ia menegaskan bahwa serapan ini bukan sekadar angka, melainkan wujud keberpihakan negara kepada petani.

"Serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ujarnya.

HPP Rp 6.500 Per Kg Beri Kepastian Pasar

Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram disebut menjadi faktor pendongkrak serapan. Jusri menjelaskan, kebijakan tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mempercepat peningkatan penyerapan hasil panen untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Secara nasional, hingga 3 Juni 2026 serapan setara beras telah mencapai 3.008.626 ton atau sekitar 75 persen dari target. Kondisi ini dipicu oleh konsistensi petani dalam meningkatkan produksi.

Stok Beras Nasional Tembus Level Tertinggi

Jusri menambahkan, stok beras yang dikelola Bulog saat ini telah melampaui 5 juta ton. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

"Stok beras yang ada diproyeksikan mampu mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar," kata Jusri lagi.

Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks