PALU — PT Dharma Lautan Utama resmi membuka jadwal pelayaran KM Dharma Kencana V untuk rute Palu–Surabaya sepanjang Juni 2026. Kapal penumpang ini akan berlayar sebanyak dua kali dalam satu bulan, yakni pada 7 Juni dan 21 Juni 2026.
Keputusan ini diambil untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Sulawesi Tengah yang terus meningkat menjelang pertengahan tahun. Rute ini menjadi alternatif transportasi laut yang lebih terjangkau dibandingkan penerbangan langsung yang kerap membebani anggaran perjalanan.
Berapa Lama Perjalanan dan Berapa Tarifnya?
KM Dharma Kencana V diperkirakan menempuh perjalanan dari Pelabuhan Palu menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam waktu sekitar 30 hingga 36 jam, tergantung kondisi cuaca dan arus laut. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum merilis secara resmi besaran tarif untuk masing-masing kelas.
Namun, berdasarkan pengalaman pelayaran sebelumnya di rute serupa, tarif ekonomi diperkirakan berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu per orang. Tiket dapat dipesan melalui agen resmi atau loket pelabuhan mulai H-30 sebelum keberangkatan.
Siapa yang Paling Diuntungkan dengan Rute Baru Ini?
Para pelajar asal Sulawesi Tengah yang menempuh pendidikan di Jawa Timur menjadi salah satu kelompok yang paling diuntungkan. Selama ini, mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk tiket pesawat atau menempuh perjalanan darat yang melelahkan melalui jalur Trans-Sulawesi.
Pedagang kecil yang mengirimkan hasil bumi seperti kakao, kopra, dan ikan kering juga bisa memanfaatkan kapal ini untuk mengangkut barang dalam jumlah terbatas. “Selama ini ongkos kirim lewat ekspedisi laut swasta cukup mahal. Kalau bisa bawa barang sendiri pakai kapal penumpang, itu sangat membantu,” ujar seorang pedagang di Palu yang enggan disebut namanya.
Fasilitas di Atas Kapal: Apa yang Tersedia?
KM Dharma Kencana V merupakan kapal penumpang kelas menengah dengan kapasitas sekitar 500 penumpang. Kapal ini dilengkapi dengan kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis, kantin, serta ruang ibadah. Untuk keamanan, tersedia sekoci dan jaket pelampung sesuai standar pelayaran nasional.
Penumpang diimbau untuk membawa bekal makanan ringan sendiri mengingat kantin kapal memiliki stok terbatas selama pelayaran. Pihak operator juga mewajibkan setiap penumpang memiliki identitas resmi dan tiket yang sudah divalidasi sebelum naik.
Kapan Tiket Mulai Dijual?
Tiket untuk pelayaran 7 Juni 2026 diperkirakan mulai dijual pada awal Mei 2026. Sementara untuk pelayaran 21 Juni 2026, penjualan tiket akan dibuka setelah pelayaran pertama selesai. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli tiket dari calo atau pihak tidak resmi untuk menghindari penipuan.
Bagi warga yang hendak pulang kampung atau bepergian ke Surabaya, rute ini bisa menjadi pilihan tepat. Namun, perlu diingat bahwa jadwal kapal laut sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga penumpang disarankan memantau informasi terkini dari PT Dharma Lautan Utama atau petugas pelabuhan setempat.