SULAWESI TENGAH — Rencana ini diumumkan dalam business briefing Honda di Jepang, hari ini. Langkah ini menjadi respons atas kegagalan besar di segmen EV yang membuat perusahaan harus merugi. Honda menargetkan bisa kembali mencetak rekor laba pada tahun fiskal 2029.
Investasi EV Dialihkan ke Hybrid, 15 Model Baru Disiapkan
Alih-alih terus memaksakan mobil listrik, Honda kini mengalirkan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk EV ke pengembangan kendaraan hybrid. Pasar utama yang menjadi sasaran adalah Amerika Serikat. Di sana, Honda akan memperkenalkan mobil hybrid segmen D dan lebih besar mulai 2029.
Salah satu model yang sudah diperlihatkan adalah Hybrid Sedan Prototype, sebuah sedan fastback empat pintu. Mobil ini akan mulai dijual dalam dua tahun ke depan. Desainnya mengusung logo H baru, lampu split dengan DRL alis ganda, serta garis atap landai khas kendaraan aerodinamis.
HR-V 2028: Dapat Generasi Baru Hybrid dan ADAS Canggih
Khusus untuk pasar Jepang, Honda memastikan generasi terbaru HR-V—dikenal dengan nama Vezel—akan meluncur pada 2028. SUV ini akan dibekali powertrain hybrid generasi terbaru dan sistem advanced driver assistance systems (ADAS) yang lebih modern. Fitur ADAS ini rencananya akan dipasang di 15 model Honda dalam lima tahun ke depan.
Menariknya, sistem infotainment Asimo OS yang semula dirancang untuk jajaran EV 0 Series yang dibatalkan, justru akan digunakan pada model-model hybrid. Ini menjadi bukti pergeseran prioritas Honda secara total.
Strategi "Triple Half" untuk Efisiensi Biaya dan Waktu
Semua model baru ini akan dikembangkan menggunakan pendekatan "Triple Half". Strategi ini bertujuan memangkas biaya pengembangan, waktu pengerjaan, dan beban kerja hingga setengahnya dibanding level 2025. Caranya, Honda akan memakai komponen standar dan meninjau ulang standar internal mereka—langkah yang diadopsi dari pabrikan China dan India.
Honda juga menargetkan penurunan biaya produksi sistem hybrid generasi baru hingga lebih dari 30 persen, dibanding sistem e:HEV yang diperkenalkan pada 2023. Meski lebih murah, efisiensi bahan bakar diklaim naik 10 persen berkat platform baru dan penggerak all-wheel drive elektrik.
Produksi Baterai Diubah, Pabrik EV Kini Bikin Baterai Hybrid
Keputusan berani lainnya adalah menghentikan sementara produksi baterai in-house. Pabrik L-H Battery—usaha patungan Honda dengan LG di Ohio yang semula untuk EV—akan dialihfungsikan untuk memproduksi baterai hybrid. Di China, Honda akan memanfaatkan kemitraan dengan pabrikan lokal untuk membangun kendaraan energi baru (NEV) di atas platform mereka.
Restrukturisasi internal juga dilakukan. Divisi R&D Honda akan menyerap kembali unit Pengembangan Operasi Mobil dan Operasi Mobil yang sempat dipisah pada 2020. Langkah ini, yang mulai berlaku 1 April lalu, diambil agar perusahaan lebih gesit merespons perubahan pasar. Honda juga menghentikan pengembangan software-defined vehicles (SDV) yang dinilai tidak lagi prioritas.