Palu — Kegiatan talkshow yang diselenggarakan di salah satu kafe Kota Palu menjadi momen penting bagi dialog pemerintah dan pekerja. Acara dihadiri sejumlah serikat buruh lokal serta narasumber dari berbagai instansi terkait yang membuka ruang diskusi berkelanjutan tentang kesejahteraan tenaga kerja.
Apresiasi Pendekatan Persuasif Pemerintah
Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto memuji pendekatan yang diterapkan dalam peringatan May Day tahun ini. Menurutnya, strategi persuasif dan pendekatan kekeluargaan yang dibangun hari ini membedakan acara dari tahun-tahun sebelumnya.
"Terima kasih karena kita melakukan pendekatan yang berbeda, pendekatan yang begitu persuasif, kekeluargaan yang dibangun hari ini. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi semangat kita untuk terus memperbaiki dan memberikan perhatian yang baik kepada keluarga buruh," ujar wali kota.
Lebih lanjut, wali kota menyampaikan permohonan maaf jika Pemerintah Kota Palu belum optimal dalam memberikan pendampingan kepada para buruh selama ini. Ia berharap Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang ada dapat lebih aktif memberikan masukan bermanfaat kepada pemerintah.
Rencana Program Pekan Olahraga Buruh dan Pemisahan Dinas
Wali Kota Hadianto menggagas ide pengembangan acara ke skala lebih luas dengan menggelar pekan olahraga khusus buruh yang dirangkaikan workshop peningkatan kapasitas. Program ini dirancang untuk memperkuat silaturahmi sambil mengedukasi peserta tentang aturan ketenagakerjaan.
"Harapannya kita bisa berkumpul lebih banyak lagi. Mungkin ke depan kita buat pekan olahraga khusus untuk buruh, sehingga silaturahim semakin baik. Di sana juga bisa diisi dengan workshop penguatan kapasitas, termasuk pemahaman terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan," ungkap wali kota.
Pengumuman signifikan lainnya adalah rencana Pemerintah Kota Palu untuk memisahkan dinas yang menangani UMKM dan ketenagakerjaan. Wali kota menyatakan hal tersebut sudah dalam proses persetujuan dan akan segera direalisasikan dengan tujuan agar fokus masing-masing bidang dapat lebih maksimal.
Pentingnya Kolaborasi Tripartit dan Peningkatan Kesejahteraan
Wali kota menekankan pentingnya menghadirkan pelaku usaha dalam forum-forum dialog guna memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia percaya bahwa komunikasi terbuka akan menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kota Palu.
"Kita ingin komunikasi tidak buntu. Saya yakin komunikasi di Kota Palu tidak buntu karena kita membuka ruang seluas-luasnya, bahkan sejak pukul 05.30 pagi di kediaman wali kota, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya," jelas wali kota.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyinggung upaya pemerintah meningkatkan take home pay pegawai, meskipun dihadapkan keterbatasan regulasi di mana belanja pegawai tidak boleh melampaui 30 persen dari anggaran. Talkshow ini diharapkan memperkuat sinergi dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan di Sulawesi Tengah.