PALU — Kongres Luar Biasa Asprov PSSI Sulawesi Tengah yang digelar Minggu (8/11/2026) menutup bursa pencalonan yang sempat diisi dua nama besar. Selain Abcandra, Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid mengambil formulir pendaftaran sejak akhir Oktober 2026.
Namun hingga batas akhir pengembalian berkas pada 1 November 2026 pukul 00.00 WITA, hanya kubu Abcandra yang menyerahkan dokumen lengkap. Anwar Hafid memilih mundur dan menyerahkan ruang kepemimpinan kepada generasi muda.
"Saya memutuskan tidak maju di PSSI Sulteng, dan berikan kesempatan kepada anak muda," ujar Anwar Hafid saat memberikan dukungannya.
18 Surat Rekomendasi dari 22 Pemilik Suara
Sebelum penetapan aklamasi, Abcandra sudah mengantongi 18 surat rekomendasi resmi dari total 22 voters sah. Dukungan itu datang dari 12 Askab/Askot, 2 asosiasi, dan 4 klub aktif peserta Liga 4.
Penyerahan berkas Abcandra sebelumnya dihadiri sejumlah ketua Askab, di antaranya Parimo, Donggala, Sigi, dan Banggai Laut. Figur sepak bola nasional Sandy Sute dan eks kiper Timnas Indonesia Fery Rotinsulu turut hadir dalam proses tersebut.
Sidang pemilihan tertinggi sepak bola daerah ini dibuka langsung Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi yang terbang khusus dari Jakarta. Kehadiran Sekjen PSSI menandai pengawalan penuh federasi pusat terhadap transisi kepengurusan di Bumi Tadulako.
Akademi Sepak Bola di Setiap Kabupaten/Kota Jadi Program Prioritas
Dalam pemaparan visinya di hadapan para voters, Abcandra menegaskan komitmen menjadikan PSSI Sulteng organisasi mandiri, transparan, dan steril dari kepentingan politik praktis. Fokus utama diarahkan pada pembinaan usia dini.
Sejumlah program prioritas yang diusung:
- Membuka akademi atau sekolah sepak bola di setiap kabupaten/kota untuk akselerasi regenerasi pemain.
- Memperkuat konsistensi dan kesinambungan kompetisi Liga 4 Sulawesi Tengah.
- Menyalurkan dana pembinaan yang merata dan transparan ke seluruh Askab serta klub anggota.
- Mewujudkan tata kelola organisasi olahraga yang akuntabel dan profesional.
Butir pertama menjadi yang paling menonjol. Selama ini pembinaan usia dini di Sulteng terkonsentrasi di Kota Palu dan sejumlah daerah dengan infrastruktur lebih baik, sementara kabupaten lain kerap kekurangan wadah latihan.
Tugas Plt Sekum Tuntas, Samsurijal Labatjo Beri Apresiasi
Pelaksana Tugas Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulteng Samsurijal Labatjo menyampaikan rasa syukur atas lancarnya rangkaian kongres hingga terpilihnya nakhoda baru definitif.
"Ini adalah awal baru bagi sepak bola Sulawesi Tengah. Semoga kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif dan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional," ujar Samsurijal.
Ia menegaskan tugas kepengurusan Plt Sekretariat Umum resmi tuntas setelah kongres menghasilkan ketua umum definitif.
"Tugas sebagai Plt Sekum telah selesai melaksanakan kongres dan PSSI Sulteng sudah mendapatkan Ketua Umum yang baru. Semoga sepak bola Sulawesi Tengah semakin maju dan berprestasi di bawah kepemimpinan Bapak Akbar Supratman," pungkas Samsurijal Labatjo.
Dengan komposisi 18 dari 22 suara, kepengurusan baru menghadapi ujian pertama: menyiapkan Liga 4 Sulteng yang konsisten sekaligus merealisasikan janji akademi sepak bola di seluruh kabupaten/kota sebelum periode berjalan setengah.