SERANG — Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 berlangsung di Serang, Banten, pada 23-26 Oktober 2026. Jhoni Hatimura, pecatur non-gelar dari Kabupaten Buol, mencatat hasil yang melampaui puluhan master yang ratingnya di atasnya.
Ia tampil tanpa dukungan anggaran dari Pengurus Provinsi Percasi Sulawesi Tengah. Seluruh kebutuhan keberangkatan dan akomodasi ditanggung sendiri.
Menundukkan Lawan Bergelar Master hingga Remis Lawan Master Internasional
Sejumlah lawan yang dihadapi Jhoni merupakan pecatur berpengalaman yang pernah memperkuat Indonesia di Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Salah satu lawan tangguh bergelar Master Internasional (MI) dari Banten dipaksa remis.
“Saya tampil percaya diri. Tidak bikin malu. Saya ini tau diri juga, pecatur non gelar dari Sulawesi Tengah tetapi melampaui puluhan master di atas saya,” ujar Jhoni kepada Radar Palu, Senin (26/10/2026).
Gaya bermain agresif membuat lawan-lawannya frustrasi. Jhoni menyebut lawan-lawannya adalah pecatur berpengalaman, terlebih mereka bermain sebagai tuan rumah.
Dua Poin Lagi untuk Predikat Master Nasional
Pada hari terakhir, Jhoni dijadwalkan menghadapi lawan berat bergelar Master Nasional dan Master Internasional. Ia membutuhkan dua poin lagi untuk meraih predikat Master Nasional (MN).
“Sisa dua poin lagi, saya bisa raih master,” sebutnya.
Lawan yang dihadapi pada laga penutup adalah pecatur MN dari Jawa Barat yang juga tuan rumah. Jhoni mengaku sudah mengamati permainan lawannya tersebut sebelumnya.
“Hari ini lawan MN lagi dari Jabar, tuan rumah. Saya optimis bisa melakukan perlawanan. Karena saya sudah lihat permainannya sebelumnya,” ucap Jhoni.
Nol Rupiah dari Pengprov Percasi Sulteng
Jhoni berangkat ke Serang murni atas biaya swadaya. Semangat tampil di Kejurnas membuatnya melewati berbagai kendala, termasuk urusan pembiayaan.
“Saya berangkat biaya sendiri. Tidak ada bantuan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Sulteng. Nol Rupiah,” ungkapnya.
Hasil di papan catur menjadi jawaban atas keterbatasan dukungan yang diterimanya. Kini perhatian tertuju pada laga penutup, apakah dua poin yang dibutuhkan bisa diraih untuk mengunci predikat Master Nasional.