Pencarian

Kabut Asap dari Indonesia Ganggu Wisata Malaysia, Turis Batalkan Perjalanan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 15:18:32 WIB
Kabut Asap dari Indonesia Ganggu Wisata Malaysia, Turis Batalkan Perjalanan
Kabut asap menutup jarak pandang di Kuala Lumpur dan sejumlah destinasi Malaysia.

SULAWESI TENGAH — Kabut asap kiriman dari Indonesia menutup jarak pandang di Kuala Lumpur dan sejumlah destinasi Malaysia, memicu pembatalan tur dan penurunan pemesanan rombongan. Wisatawan asal Sydney, Cathy Hamilton, mengaku sesak napas dan gagal memotret ikon Menara Kembar serta Merdeka 118 karena tertutup asap. Situasi ini datang saat Malaysia mengejar target 47 juta wisatawan lewat kampanye Visit Malaysia 2026.

Malaysian Inbound Tourism Association memperkirakan kerugian pendapatan industri pariwisata Malaysia akibat kabut asap lintas negara mencapai jutaan ringgit. Angka itu dihitung dari pembatalan perjalanan bulan depan, berkurangnya pemesanan rombongan, hingga penundaan kunjungan agen perjalanan luar negeri yang menunggu informasi terbaru soal kualitas udara.

Tekanan ini muncul di tengah kampanye Visit Malaysia 2026 yang menargetkan 47 juta wisatawan. Tourism Malaysia mencatat 28,8 juta pengunjung internasional sudah datang selama delapan bulan pertama tahun ini, sehingga gangguan asap berisiko memangkas laju kunjungan yang sudah berjalan.

Jarak Pandang Menurun, Ikon Kota Tertutup Kabut

Hamilton, wisatawan asal Sydney, Australia, merasakan langsung dampaknya saat berkunjung ke Kuala Lumpur. Ia mengalami gangguan pernapasan dan kesulitan mengabadikan sejumlah ikon kota.

"Saya mencoba mengambil foto Menara Kembar, Merdeka 118, dan pemandangan lainnya, tapi hasilnya tidak bagus karena semuanya tertutup kabut asap," kata Hamilton, mengutip The Straits Times.

Ia mengaku mungkin membatalkan perjalanan jika kedua putrinya tidak mengikuti ICU Asian Cheerleading Championships pada akhir pekan. Wisatawan lain, James Wheatley asal Inggris, memilih melanjutkan rombongan meski mengakui mungkin menunda keberangkatan bila tahu kondisi udara sebelumnya.

Polusi Tiga Kota Masuk Peringkat Teratas Dunia

Pemantauan IQAir pada Selasa, 20 Oktober 2026, menempatkan Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta dalam daftar 10 kota besar dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Di Malaysia, memburuknya kualitas udara mendorong penutupan sekolah di sejumlah wilayah.

Kabut asap juga memicu kekhawatiran terhadap kelancaran perjalanan udara akibat jarak pandang yang menurun. Agen perjalanan membutuhkan informasi terkini soal kualitas udara untuk membantu pelanggan mempertimbangkan jadwal keberangkatan ke Malaysia.

Kerugian Harian Rp 88 Miliar sampai Rp 220 Miliar

Profesor ekonomi Sunway University, Yeah Kim Leng, memperkirakan Malaysia mengalami kerugian awal 20 juta hingga 50 juta ringgit per hari, setara Rp 88 miliar sampai Rp 220 miliar. Perhitungan itu mencakup gangguan aktivitas ekonomi, kenaikan biaya kesehatan, dan penurunan produktivitas pekerja.

Sektor pariwisata dan penerbangan menghadapi risiko karena polusi udara berpotensi menekan kedatangan wisatawan hingga 8 persen. Laporan Malay Mail yang dikutip Bisnis Liputan6.com menyebut potensi kerugian ekonomi Malaysia bisa mencapai 1,5 miliar ringgit atau sekitar Rp 6,59 triliun per bulan jika kabut asap lintas negara berlangsung panjang.

Pakar kesehatan masyarakat dari Universiti Sains Islam Malaysia, Mohd Hafiz Jaafar, menyoroti dampak asap terhadap produktivitas tenaga kerja. Pekerja yang tidak masuk akibat gangguan kesehatan maupun yang tetap bekerja dalam kondisi kurang sehat sama-sama menurunkan kinerja, di luar pengeluaran pengobatan.

Pariwisata Penyumbang 15,9 Persen PDB Malaysia

Besarnya potensi kerugian menjadi perhatian karena sektor pariwisata menyumbang 323 miliar ringgit atau sekitar Rp 1.424 triliun terhadap perekonomian Malaysia pada 2025, setara 15,9 persen produk domestik bruto. Pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 124,8 miliar ringgit atau sekitar Rp 550 triliun, sedangkan wisatawan domestik membelanjakan 112,1 miliar ringgit atau sekitar Rp 494 triliun.

Penundaan perjalanan berpotensi menekan pendapatan perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha ritel yang bergantung pada belanja wisatawan. Bagi traveler Indonesia yang merencanakan kunjungan ke Malaysia dalam waktu dekat, pantau kualitas udara harian dan konfirmasi jadwal penerbangan sebelum berangkat.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks