PALU — Keputusan perpanjangan pembelajaran jarak jauh diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan partikulat PM2.5 mencapai 150 mikrogram dan PM10 mencapai 159 mikrogram, keduanya masuk kategori tidak sehat. Kondisi cuaca saat pemantauan tercatat cerah berawan, namun konsentrasi partikel halus di udara tetap tinggi.
Selain PM2.5 dan PM10, hasil pantauan juga mencatat partikulat PM1 mencapai 157 mikrogram. Pemerintah kota menyebut angka-angka itu menjadi dasar utama memperpanjang pembatasan kegiatan belajar di sekolah.
Kualitas Udara Dilaporkan Mulai Membaik, Tapi Belum Aman
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan dua hari terakhir kualitas udara perlahan membaik berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Meski begitu, ia menegaskan udara Kota Palu saat ini masih dalam kondisi kurang baik atau tidak sehat.
"Dua hari terakhir kualitas udara perlahan membaik, saat ini terjadi penurunan kualitas udara berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," kata Hadianto di Palu, Rabu.
"Artinya udara Kota Palu saat ini masih dalam kondisi yang kurang baik atau tidak sehat," ujarnya.
Pemerintah kota akan terus memantau perkembangan kualitas udara hingga Sabtu atau Minggu, 23 atau 24 Oktober 2026, sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruang
Hadianto meminta para orang tua dan wali murid memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak serta menggunakan masker saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan. Imbauan serupa ditujukan kepada warga yang memiliki riwayat gangguan jantung, pernapasan, atau asma agar disiplin mengenakan masker, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
"Utamakan kesehatan. Bila tidak ada keperluan mendesak di luar, sebaiknya bertahan di dalam rumah guna menjaga kesehatan," tutur Hadianto.
Pemkot Palu juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya agar mengikuti setiap edaran yang diterbitkan pemerintah demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama. Warga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi supaya imunitas lebih kuat.
Harapan Pembelajaran Tatap Muka Segera Dibuka
Pemerintah kota menyatakan berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan. Namun jadwal pembukaan sekolah tetap bergantung pada perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
"Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan. Kami berdoa semoga kondisi udara semakin baik," ucap Hadianto.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Palu bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah. Pemkot memastikan pemantauan berlanjut hingga akhir pekan sebelum mengambil keputusan soal aktivitas belajar mengajar.