Pencarian

Fotografer Dilarang Jepret Turis Berjemur di Sanur, Hotel Melapor

Rabu, 21 Oktober 2026 • 10:19:31 WIB
Fotografer Dilarang Jepret Turis Berjemur di Sanur, Hotel Melapor
Fotografer jalanan dilarang memotret wisatawan asing tanpa izin di kawasan Desa Adat Intaran, Sanur.

SULAWESI TENGAH — Kawasan Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, Bali, memberlakukan larangan bagi fotografer jalanan yang memotret wisatawan asing tanpa izin. Larangan berlaku sejak sekitar dua pekan lalu setelah manajemen hotel melaporkan keluhan privasi tamu yang difoto saat berjemur. Kasus ini menyoroti batas antara dokumentasi wisata dan hak privasi pengunjung.

Wakil Ketua DPRD Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga, menyebut persoalan bermula dari laporan pihak hotel mengenai aktivitas fotografer yang memotret wisatawan asing. Pihak hotel mengeluhkan praktik tersebut karena dinilai mengganggu kenyamanan tamu.

Awal Mula Larangan Fotografer di Sanur

Menurut Gus Yoga, laporan hotel menyebut sejumlah fotografer dari layanan Fotoyu memotret turis asing yang sedang berjemur. Aktivitas itu berlangsung tanpa izin dan memicu protes dari pengelola akomodasi.

"Setelah saya kroscek berdasarkan laporan, itu ada beberapa Fotoyu yang memfoto bule-bule yang sedang jemuran. Nah, itu dari pihak hotel mungkin dapat komplain masalah itu, akhirnya ada beberapa pihak yang menertibkan," kata Gus Yoga saat dihubungi.

Penertiban dilakukan di kawasan Desa Adat Intaran, salah satu titik padat wisatawan di Sanur. Larangan itu berlaku sejak sekitar dua pekan sebelum kasus ini mencuat.

Keluhan Privasi Wisatawan Jadi Pemicu

Inti keluhan bukan soal fotografi jalanan secara umum, melainkan soal momen yang diabadikan. Wisatawan yang tengah berjemur di area hotel dianggap berada dalam situasi privat yang tidak seharusnya didokumentasikan tanpa persetujuan.

Manajemen hotel melaporkan praktik itu sebagai aktivitas ilegal karena melanggar batas privasi tamu. Larangan pun diberlakukan bagi fotografer yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

Usulan Zona Khusus dan Tanda Larangan Difoto

Gus Yoga menilai perlu ada jalan tengah agar fotografer tetap bisa mencari penghasilan tanpa mengganggu kenyamanan wisatawan. Ia mengusulkan penataan zona khusus bagi Fotoyu serta penanda bagi wisatawan yang tidak bersedia difoto.

"Jadi, bisa nggak ini difasilitasi supaya tetap bisa Fotoyu jalan, bule-bule nyaman. Mungkin solusi yang saya berikan pertama adalah ada zona-zona Fotoyu dan juga ada tanda-tanda di mana orang nggak mau difoto," ujar anggota dewan dari Fraksi Gerindra itu.

Selain zona dan penanda, ia mendorong pembentukan komunitas Fotoyu dengan aturan serta etika bersama. Menurutnya, penataan ini penting karena fotografer jalanan turut membantu promosi pariwisata Sanur.

"Karena bagaimana pun Fotoyu juga membantu promosi pariwisata," imbuhnya.

Dampak bagi Wisatawan dan Fotografer Lokal

Bagi traveler yang berencana menginap di Sanur, larangan ini memberi kepastian soal batas privasi di area hotel dan kawasan sekitarnya. Wisatawan yang tidak ingin difoto bisa memanfaatkan usulan penanda larangan jika aturan itu diterapkan.

Sementara bagi fotografer, penataan zona berarti ruang kerja menjadi lebih jelas. Aktivitas jepret-memotret tetap diperbolehkan selama tidak mengarah ke area privat tamu dan menghormati persetujuan subjek.

Hingga berita ini diturunkan, detail teknis penerapan zona dan sanksi bagi pelanggar belum dijelaskan. Traveler yang ingin memastikan kondisi terkini di lapangan disarankan menanyakan langsung ke pengelola hotel atau dinas pariwisata setempat.

Tips Liburan di Sanur bagi Wisatawan

  • Gunakan area pantai publik untuk berjemur jika tidak ingin berada dalam pantauan kamera dari kawasan hotel.
  • Sampaikan langsung kepada fotografer jika tidak bersedia difoto, dan jangan ragu melapor ke pengelola hotel bila merasa terganggu.
  • Pilih akomodasi yang memiliki kebijakan jelas soal privasi tamu di area pantai maupun kolam renang.
  • Ikuti aturan adat setempat di kawasan Desa Adat Intaran, termasuk berpakaian sopan saat keluar dari area pantai.

Sanur tetap layak masuk itinerari liburan Bali, terutama bagi keluarga yang mencari pantai tenang dengan ombak ramah. Alokasikan dua hingga tiga hari untuk menikmati sunrise di pantai, bersepeda di jalur pesisir, dan mencicipi kuliner pagi di sekitar kawasan. Pastikan rencana berjemur dilakukan di titik yang jelas publik agar liburan tetap nyaman tanpa bersinggungan dengan aturan privasi yang baru diberlakukan.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks