SULAWESI TENGAH — Bayern Munich menghadapi gangguan besar jelang laga Liga Champions kontra Arsenal. Pelatih Vincent Kompany dilaporkan menderita virus dan harus berbaring di ruang pelatih saat laga melawan RB Leipzig. Kondisi Kompany memicu kekhawatiran di internal klub karena kedekatannya dengan para pemain dan staf.
Laporan Bild yang dikutip Sport Witness menyebut Kompany menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter klub pada Senin. Pihak internal Bayern Munich tidak menganggap remeh penyakit yang diderita pelatih asal Belgia itu.
Kompany terlihat jelas tidak sehat saat timnya menang meyakinkan atas RB Leipzig. Ia tetap menyampaikan arahan di ruang ganti, tetapi harus berbaring sebentar di sofa ruang pelatih di Allianz Arena pada jeda babak dan setelah pertandingan.
Kedekatan Kompany dengan Skuad Jadi Sumber Kekhawatiran
Posisi Kompany yang selalu dekat dengan para pemain dan staf pelatih lain menjadi perhatian tersendiri. Bayern Munich berupaya mencegah situasi memburuk sebelum laga Rabu melawan Arsenal.
Selain persoalan virus, Bayern sudah dipastikan kehilangan Michael Olise. Pemain asal Prancis itu mendapat kartu merah saat menghadapi Viking di Stavanger.
Olise diganjar dua kartu kuning beruntun. Kartu pertama karena menarik Zlatko Tripic untuk menghentikan transisi di sayap kanan, lalu ia langsung melempar bola ke wajah pemain Norwegia itu hingga diusir wasit Georgi Kabakov.
Kartu Merah Olise Rusak Keunggulan Bayern
Momen itu berbuntut panjang. Bayern sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, lalu berbalik memimpin 3-2 sebelum bermain dengan 10 orang dan dipaksa imbang 3-3 oleh tim kecil Norwegia tersebut.
Di kubu Arsenal, kabar baik datang dari Piero Hincapie. Bek tersebut telah kembali berlatih di lapangan setelah cedera yang didapat sebelum jeda internasional.
Duel Juara Inggris vs Juara Jerman
Laga Bayern melawan Arsenal menjadi salah satu dari 18 pertandingan yang tersaji saat Liga Champions kembali bergulir pekan ini. Kedua tim termasuk favorit trofi musim ini.
Arsenal sebelumnya kalah di final musim lalu, sementara Bayern Munich mencapai empat besar dan juga tumbang oleh Paris Saint-Germain. Meski keduanya kemungkinan besar lolos ke fase gugur, hasil di Allianz Arena tetap punya bobot besar.
Arsenal membuktikan musim lalu bahwa finis di puncak fase liga dengan delapan kemenangan beruntun dan 24 poin membuka jalan menuju rute final yang lebih menguntungkan. Mikel Arteta membawa timnya ke Bavaria dengan modal tersebut.