Pencarian

Zulhas: Indonesia Tak Maju jika 100 Juta Rakyat Masih Bergantung Bantuan Pangan

Senin, 19 Oktober 2026 • 12:49:31 WIB
Zulhas: Indonesia Tak Maju jika 100 Juta Rakyat Masih Bergantung Bantuan Pangan
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pernyataan dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 di Jakarta Selatan, Senin (19/10).

SULAWESI TENGAH — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Indonesia sulit menjadi negara maju selama puluhan juta warganya masih menggantungkan hidup pada bantuan pangan. Pemerintah pun mendorong peralihan dari pola konsumsi bantuan ke wirausaha dan peningkatan produktivitas. Namun Zulhas mengakui perubahan kebiasaan itu bukan perkara mudah dan butuh kerja sama lintas pihak.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas dalam acara CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10). Forum tersebut menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein serta daya saing industri pangan nasional.

Menurut Zulhas, ketergantungan pada bantuan pangan menjadi penghambat utama jika dibiarkan berlanjut. Ia menyebut jumlah warga yang bergantung pada program bantuan mencapai puluhan juta orang.

"Tidak mungkin Indonesia maju kalau rakyatnya mengandalkan bantuan pangan. Tidak mungkin. Mana bisa kalau 100 juta orang Indonesia tergantung bantuan, bagaimana kita bisa maju?" kata Zulhas.

Dorong Wirausaha dan Produktivitas sebagai Jalan Keluar

Alih-alih memperluas cakupan bantuan, pemerintah menurut Zulhas akan mengarahkan penerima manfaat untuk berlatih berwirausaha dan meningkatkan produktivitas. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Zulhas tidak menampik bahwa mengubah kebiasaan masyarakat merupakan tantangan tersendiri. Program semacam ini menyentuh pola hidup sehari-hari, bukan sekadar penyaluran anggaran.

"Kita ajak mereka untuk berlatih jadi usaha, berlatih produktivitas, itu tidak mudah. Tapi kita harus lakukan," ujar Menko Pangan.

Gerakan Kemandirian Pangan Tidak Bisa Jalan Sendiri

Zulhas menegaskan upaya melepas ketergantungan bantuan pangan tidak cukup mengandalkan pemerintah. Kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat perlu bergerak bersama agar program kemandirian dan produktivitas berjalan.

"Oleh karena itu gerakan ini harus bareng-bareng. Harus bersama-sama," kata Zulhas.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal arah kebijakan pangan ke depan: memperkuat produksi dan kemandirian rumah tangga, bukan memperbesar ketergantungan pada program bantuan. Bagi pelaku usaha di sektor pangan dan agribisnis, penekanan pada produktivitas membuka ruang kolaborasi dengan program pemerintah, terutama di hilirisasi protein dan penguatan pasar domestik.

Tiga Sesi Bahas Protein hingga Daya Saing Global

Agrifood Forum 2026 berlangsung dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, lalu panel ketiga bertajuk "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

Rangkaian forum itu dirancang sebagai ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Isu swasembada protein menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan nilai tambah sektor peternakan serta perikanan.

Bagi investor, arah kebijakan yang menekankan produktivitas dan kemandirian berpotensi menguntungkan emiten di rantai pangan, dari produsen pakan, peternakan, hingga distribusi. Namun eksekusi di lapangan, terutama perubahan perilaku penerima bantuan, akan menentukan seberapa cepat dampaknya terasa.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks