PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta warga tidak mengabaikan dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di provinsi itu. Imbauan itu ia sampaikan dalam keterangan tertulis di Palu, Minggu, di sela kegiatan keagamaan di Parigi Moutong.
Menurut Anwar, wilayah Palu hingga Parigi Moutong terdampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi itu menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Masker Jadi Pelindung Dasar Saat Beraktivitas di Luar
Anwar menyarankan warga memakai masker setiap kali keluar rumah. Langkah sederhana itu dinilai penting untuk mengurangi paparan partikel asap yang masih menyelimuti udara di sejumlah titik.
"Kalau keluar rumah, kalau bisa pakai masker," kata Anwar.
Imbauan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Akbar di Sekretariat Majelis Dzikir Ittihadul Ummat, Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong.
Gubernur Ajak Warga Perbanyak Doa agar Hujan Segera Turun
Selain imbauan kesehatan, Anwar mengajak masyarakat memperbanyak doa agar hujan segera turun dan musim kemarau berakhir. Ia berharap kondisi udara di Sulteng kembali membaik setelah curah hujan meningkat.
"Cuma doa saja yang bisa mendatangkan hujan dari langit," harapnya.
Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu pemicu meluasnya karhutla di sejumlah wilayah. Asap dari kebakaran lahan kemudian terbawa angin dan menyelimuti permukiman warga, termasuk kawasan Palu dan Parigi Moutong.
Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Ibadah Harian
Anwar mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni. Menurut dia, momentum itu semestinya dibuktikan melalui ibadah yang terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan program BERANI Berkah yang berperan sebagai pilar penopang dari keseluruhan program Nawa Cita BERANI. Bagi umat Islam, BERANI Berkah menitikberatkan pada dua ibadah utama, yakni salat berjamaah dan mengaji.
"Kalau mengaku cinta kepada Nabi Muhammad, jaga shalat. Kalau mengaku cinta kepada Nabi Muhammad, jaga Al-Qur'an, tiap hari dibaca," pesannya.
Gubernur memaparkan bahwa penguatan dimensi spiritual masyarakat menjadi bagian penting yang diusung lewat BERANI Berkah. Caranya, dengan memperkuat ibadah dan membangun kebiasaan baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Kalau mau Sulteng ini hebat. Kalau mau rumah tangga kita hebat maka laksanakan BERANI Berkah," katanya.