PALU — Pemimpin Wilayah Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Jusri Pakke menyatakan pihaknya tidak menghentikan penyerapan meski target pengadaan beras sudah terlampaui. Menurut dia, penyerapan gabah dan beras tetap dilakukan dengan menyisir wilayah sentra pangan saat petani memasuki masa panen.
Langkah itu diambil untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. Jusri menegaskan kebutuhan pangan perlu disiapkan sejak dini.
Mengapa Penyerapan Tetap Jalan Meski Target Sudah Lewat
Bulog mencatat serapan 12.824 ton per 9 Oktober 2026, sementara target tahunan dari pemerintah pusat untuk Sulteng ditetapkan 11.300 ton. Artinya, realisasi sudah melewati angka yang diminta sejak Agustus 2026.
"Target kami sudah terlampaui sejak Agustus 2026. Namun kami tetap berkomitmen melakukan penyerapan, baik gabah maupun beras di seluruh Sulteng," kata Jusri di Palu, Sabtu.
Penyerapan dilakukan langsung di lokasi panen. Petugas menyisir wilayah-wilayah sentra pangan di Sulteng agar hasil panen petani tidak tertahan di tengah cuaca yang tidak menentu.
Harga Gabah Dipatok Rp6.500 per Kilogram
Melalui skema penyerapan langsung, Bulog memberikan kepastian harga kepada petani. Standar harga gabah kering panen mengacu Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan ketentuan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa 10 persen.
"Penyerapan gabah maupun beras petani kami lakukan dengan menyisir wilayah-wilayah sentra pangan di Sulteng di saat petani sedang melakukan panen," ujar Jusri.
Ia menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari komitmen Bulog menjaga ketersediaan cadangan pangan sekaligus mendukung produksi petani di daerah.
Rekor Nasional: 4,1 Juta Ton Hingga 8 Oktober 2026
Capaian di Sulteng sejalan dengan kinerja nasional Perum Bulog yang mencatat rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras melalui penugasan Public Service Obligation mencapai 4.115.014 ton atau 102,88 persen dari target pemerintah 4 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan capaian itu hasil kerja bersama seluruh insan Bulog dan dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Ini bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal," katanya.
Ahmad Rizal menyampaikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga terkait, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta mitra kerja yang mendukung pelaksanaan pengadaan pangan nasional.
Ia berharap capaian tersebut mendorong Bulog terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.