Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Santigi, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Lahan seluas 1,5 hektare yang terbakar merupakan kebun warga, dengan 30 pohon cengkeh dan 25 pohon kelapa hangus. BPBD Parigi Moutong menyatakan kebakaran dipicu cuaca panas akibat kekeringan, bukan unsur kesengajaan.
PARIGI — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kebun warga di Desa Santigi, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan tim gabungan. Lahan terdampak mencapai 1,5 hektare, dengan 30 pohon cengkeh dan 25 pohon kelapa hangus terbakar.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai menyatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.31 WITA. Api baru bisa dipadamkan pada sore hari.
Api di Atas Gunung, Pemadaman Pakai Pompa Punggung
Posisi kebakaran berada di atas gunung sehingga tidak ada akses bagi mobil pemadam. Tim gabungan menggunakan alat pemadam api khusus berupa pompa punggung untuk menjangkau titik api.
"Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.31 WITA. Api baru bisa dipadamkan pada sore hari. Kami juga berterima kasih kepada tim yang telah bekerja keras di lapangan," tutur Rivai.
Cuaca Panas Picu Kebakaran, Bukan Kesengajaan
Berdasarkan hasil penelusuran, kebakaran terjadi bukan karena unsur kesengajaan atau dibakar. Peristiwa dipicu faktor cuaca panas karena wilayah tersebut dilanda kekeringan.
"Teridentifikasi lahan terdampak kurang lebih 1,5 hektare di Desa Santigi, Kecamatan Ongka Malino," kata Rivai di Parigi, Rabu.
Hingga kini, BPBD Parigi Moutong belum menaksir berapa kerugian dari peristiwa tersebut. "Belum ditaksir berapa kerugian dari peristiwa itu," ucapnya.
Tim Gabungan Siaga Darurat Karhutla
Tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman meliputi personel TNI Yonif TP 918/MM, personel Polri, Basarnas, Tim Reaksi Cepat BPBD, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulawesi Tengah, aparat desa, dan masyarakat setempat.
Saat ini tim gabungan siaga darurat karhutla dan kekeringan terus melakukan pemantauan setelah pemadaman api di kawasan tersebut. Langkah itu untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.
Warga Diminta Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Rivai mengingatkan bahwa Parigi Moutong merupakan salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.
"Parigi Moutong salah satu daerah di Sulteng rawan kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu masyarakat harus berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing, jangan membakar sampah sembarangan ataupun membuka lahan dengan cara dibakar," ucapnya.