Pencarian

Nelayan Lembanato di Tojo Una-Una Beralih ke Rompong Bertenaga Surya untuk Tekan Biaya BBM

Minggu, 16 Agustus 2026 • 11:17:01 WIB
Nelayan Lembanato di Tojo Una-Una Beralih ke Rompong Bertenaga Surya untuk Tekan Biaya BBM
Nelayan Kelompok AMANAH di Desa Lembanato, Tojo Una-Una, menggunakan rompong bertenaga surya untuk menggantikan genset berbahan bakar fosil.

TOJO UNA-UNA — Biaya operasional yang tinggi selama ini menjadi momok bagi nelayan di Kepulauan Togean. Harga BBM di tingkat pengecer yang lebih mahal dibandingkan harga normal, ditambah kebutuhan menyalakan genset selama 10-12 jam setiap malam, membuat pendapatan hasil tangkapan sering kali tergerus habis.

Kondisi itulah yang mendorong Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tadulako memperkenalkan Sistem Rompong Pintar Berbasis Energi Surya Hibrida atau Smart Green Fishing System kepada Kelompok Nelayan AMANAH. Inovasi ini memanfaatkan energi matahari untuk menggantikan genset berbahan bakar fosil.

Bagaimana Cara Kerja Rompong Surya Ini?

Rompong dilengkapi panel surya monocrystalline 200 Wp yang menyimpan energi ke baterai deep cycle 12V 100Ah pada siang hari. Energi tersebut kemudian digunakan untuk menyalakan lampu LED marine grade IP68 sebagai atraktor ikan pada malam hari.

Sistem otomatisasi berbasis mikrokontroler membuat lampu dapat diatur melalui timer dan fitur auto-dimming. Artinya, tingkat terang dan redup lampu bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasional, sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien dibandingkan menyalakan genset penuh semalaman.

Mengurangi Emisi dan Kebisingan di Kepulauan Togean

Ketua Tim PKM Universitas Tadulako, Ryfial Azhar, menyebut teknologi ini mendukung konsep Green Fishing. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, penggunaan panel surya juga menekan kebisingan mesin genset serta risiko pencemaran di perairan yang masuk kawasan konservasi tersebut.

"Lokasi Desa Lembanato yang relatif sulit dijangkau menyebabkan harga BBM di tingkat pengecer lebih tinggi, sementara penggunaan genset untuk menyalakan lampu atraktor selama 10 hingga 12 jam pada malam hari membuat sebagian pendapatan hasil tangkapan habis untuk menutupi biaya bahan bakar," ujar Ryfial Azhar.

Nelayan Dilatih Mengoperasikan dan Merawat Secara Mandiri

Penerapan smart rompong dilakukan secara partisipatif. Tim Universitas Tadulako yang beranggotakan Sri Khaerawati Nur dari Fakultas Teknik dan Roni Hermawan dari Fakultas Peternakan dan Perikanan terlebih dahulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama nelayan.

Materi yang dibahas mencakup pemahaman Green Fishing, manajemen daya, hingga sistem otomatisasi pencahayaan. Setelah itu, dilakukan penyiapan rakit, pemasangan rangka aluminium untuk panel surya, integrasi komponen kelistrikan, dan pengujian menyeluruh.

Pendampingan tidak berhenti di situ. Para nelayan dibekali keterampilan membaca indikator baterai, mengoperasikan sistem otomatis, membersihkan panel dari kerak garam laut, serta menangani gangguan teknis ringan. Hal ini penting agar teknologi dapat dirawat secara mandiri.

Target: Menjadi Percontohan Green Fishing di Togean

Smart rompong yang telah terpasang di Kelompok Nelayan AMANAH diharapkan menjadi unit percontohan bagi kelompok nelayan lain di Desa Lembanato dan kawasan Kepulauan Togean. Kehadirannya menunjukkan bahwa inovasi tepat guna berbasis energi terbarukan bisa menjadi solusi menekan biaya sekaligus memodernisasi perikanan tangkap.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan ini dinilai mampu memperkuat keberlanjutan program serta membuka peluang replikasi pada unit rompong lainnya. Dengan begitu, nelayan tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga lebih mandiri secara teknis dan finansial dalam mendukung ekonomi pesisir Kabupaten Tojo Una-Una.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks