SULAWESI TENGAH — Kehadiran BYD Racco di pasar otomotif Indonesia bukan lagi sekadar isu. Tanda-tanda itu semakin kuat setelah akun Instagram resmi @BYD_Indonesia secara intensif memposting materi promosi kendaraan listrik mungil tersebut. Setidaknya ada tiga unggahan beruntun yang membahas karakter, pilihan warna, hingga spesifikasi teknis lengkap, yang biasanya menjadi pola standar sebelum sebuah produk resmi diperkenalkan.
Menariknya, unggahan yang menggunakan foto unit pasar Jepang ini mendapat respons luar biasa dari warganet. Total puluhan ribu likes dan ribuan komentar membanjiri kolom tanggapan. Sebagian besar warganet meyakini bahwa kemunculan Racco yang mendadak dan masif ini adalah sinyal kuat bahwa BYD Indonesia serius memboyong kendaraan mungil tersebut ke pasar domestik.
Respons Luar Biasa di Jepang Jadi Modal Utama
Kepercayaan diri BYD untuk membawa Racco ke Indonesia tidak lepas dari pencapaiannya di Negeri Sakura. Sejak dipasarkan pada Juli 2026, Racco langsung mencatatkan rekor penjualan yang impresif. Dalam waktu hanya dua pekan, kendaraan ini berhasil mengumpulkan 1.002 unit pemesanan, sebuah angka yang sangat signifikan untuk segmen kei car yang notabene didominasi pemain lokal seperti Daihatsu dan Suzuki.
Bahkan, target ambisius telah dipasang. BYD Jepang menargetkan akumulasi pemesanan mencapai 10 ribu unit hingga akhir tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa daya tarik Racco tidak hanya sebatas harga murah, tetapi juga pada desain dan teknologi yang ditawarkan.
Spesifikasi Racco: Dua Pilihan Baterai dan Jarak Tempuh Hingga 320 Km
Dari sisi teknis, BYD Racco dirancang sebagai mobil perkotaan yang lincah dan efisien. Dimensinya kompak dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda 2.520 mm. Meski mungil, kabinnya mampu menampung empat penumpang dan menyediakan ruang bagasi 280 liter, cukup untuk kebutuhan harian keluarga kecil.
Pilihan daya yang ditawarkan cukup beragam. BYD menyediakan dua opsi baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate), yaitu 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Motor listriknya sendiri menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau setara 63 hp dengan torsi puncak 160 Nm. Untuk jarak tempuh, Racco diklaim mampu melaju sejauh 210 km hingga 320 km dalam sekali pengisian penuh, tergantung varian baterai yang dipilih.
Soal pengisian daya, varian dasar Racco 200 mendukung DC fast charging hingga 35,8 kW dengan konektor CHAdeMO. Sementara itu, varian dengan baterai lebih besar, yakni 300 Plus dan 300 Premium, memiliki kemampuan pengisian lebih cepat hingga 49,7 kW. Fitur ini menjadi nilai jual utama yang jarang ditemui di mobil sekelasnya.
Harga di Jepang dan Kaitannya dengan Pasar Indonesia
Di pasar Jepang, BYD Racco dijual dengan banderol mulai dari 2,14 juta yen atau sekitar Rp 230 jutaan sebelum subsidi. Harga tersebut menempatkan Racco di segmen yang kompetitif untuk ukuran kei car listrik. Jika benar-benar masuk Indonesia, spekulasi harga akan menjadi pertanyaan besar, mengingat pajak dan margin distributor akan memengaruhi banderol akhirnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan belum merespons pertanyaan terkait tujuan unggahan intensif Racco di media sosial. Kepastian mengenai peluncuran resmi, varian yang ditawarkan, dan tentu saja harga jualnya, masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pabrikan asal China tersebut.