SULAWESI TENGAH — Suzuki Motor Corporation mendaftarkan desain mobil listrik mungil di pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI dengan nomor permohonan A00202604867. Sketsa yang tercatat memperlihatkan sosok mobil boxy perkotaan yang siluetnya identik dengan e Sky, kei car listrik yang dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026. Belum ada konfirmasi resmi soal peluang model ini masuk ke pasar Indonesia.
Dokumen pendaftaran yang tersimpan di laman resmi DJKI mencantumkan Suzuki Motor Corporation sebagai pemilik desain, dengan alamat kantor di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang. Pendaftaran semacam ini lazim dilakukan prinsipal untuk mengunci hak kekayaan intelektual atas sebuah rancangan sebelum produk diproduksi massal.
Yang menarik, garis desain dalam sketsa itu bukan wajah baru. Bentuknya mengikuti hampir seluruh proporsi e Sky yang sudah diperkenalkan Suzuki di Jepang.
Kisi-Kisi Horizontal dan Lampu Bulat Khas e Sky
Dari gambar yang terdaftar, bagian depan memakai kisi-kisi tersusun rapi horizontal dengan logo Suzuki tepat di tengahnya. Lampu utama berbentuk bulat dan dipasang rendah, tanpa elemen lampu LED memanjang di bibir atas kap seperti yang jamak ditemui pada mobil modern.
Bagian belakang tidak kalah khas. Lampu rem memanjang vertikal di kedua sisi bodi, ditemani wiper kecil di kaca belakang dan antena mungil di atap. Ketiga detail itu persis sama dengan yang ada di e Sky versi produksi.
Dimensi Kei Car: 3.395 mm dan Bobot 1.030 Kg
e Sky sendiri dirancang mengikuti regulasi kei car Jepang, kategori kendaraan mungil dengan batasan dimensi dan tenaga yang ketat. Panjangnya tercatat 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Jarak sumbu roda 2.460 mm, bobot sekitar 1.030 kilogram, dan kabinnya menampung empat penumpang.
Soal dapur pacu, Suzuki belum merilis angka resmi output motor listriknya. Regulasi kei car di Jepang membatasi tenaga maksimum pada 47 kW atau setara 63 hp. Untuk penyimpanan energi, mobil ini memakai baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh dengan klaim jarak tempuh 310 km sekali pengisian penuh.
Bersaing dengan Nissan Sakura hingga BYD Racco
Di Jepang, e Sky akan masuk ke segmen yang sudah cukup padat. Pesaingnya mencakup Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One, dan BYD Racco. Semuanya bermain di kelas kei car listrik yang mendapat insentif dan kemudahan regulasi di Negeri Sakura.
Peluncuran e Sky di Jepang dijadwalkan pada musim gugur 2026, sekitar September hingga November. Artinya, pendaftaran desain di Indonesia ini muncul jauh sebelum versi produksinya resmi dijual di negara asalnya.
Belum Ada Sinyal Masuk Indonesia
Hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari Suzuki Indonesia soal kemungkinan mendatangkan model ini. Pendaftaran desain di DJKI umumnya hanya langkah administratif untuk melindungi kekayaan intelektual, bukan penanda pasti sebuah model akan dipasarkan di Tanah Air.
Suzuki sebenarnya sudah punya pengalaman di pasar mobil listrik Indonesia. Mereka meluncurkan e Vitara sebagai kendaraan listrik murni pertamanya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Februari lalu. Kehadiran e Vitara menunjukkan Suzuki mulai serius menggarap segmen elektrifikasi di pasar lokal, meski untuk model sekecil e Sky, peluangnya masih terbuka lebar untuk dipertanyakan.