Pencarian

Gempa M6,7 di Sulteng Rusak 841 Rumah, 1 Tewas dan 76 Luka-Luka, Sigi Paling Parah

Rabu, 17 Juni 2026 • 14:24:01 WIB
Gempa M6,7 di Sulteng Rusak 841 Rumah, 1 Tewas dan 76 Luka-Luka, Sigi Paling Parah
Gempa magnitudo 6,7 di Sulteng menyebabkan kerusakan 841 rumah dengan Sigi paling parah.

PALU — BPBD Sulawesi Tengah merilis data terbaru dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah itu, Selasa (16/6). Dari total 841 rumah yang rusak, sebanyak 800 unit di antaranya berada di Kabupaten Sigi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah Andi Sembiring merinci, dari 800 rumah yang rusak di Sigi, 720 unit mengalami rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit sisanya rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada dua kantor, 15 tempat ibadah, satu unit UMKM, dan satu jembatan yang menghubungkan Desa Kamora B dengan Desa Tongoa.

Korban Jiwa dan Luka Tersebar di Empat Wilayah

Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga memakan korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan. Korban jiwa berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Untuk korban luka berat, rinciannya sebagai berikut: satu orang di Desa Bora, dua orang di Desa Uwenuni, satu orang di Desa Bakubakulu, dan sembilan orang di Desa Kamarora B. Sementara korban luka ringan tersebar di sejumlah desa di Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Poso. Di Poso, satu warga Desa Tumora luka ringan akibat tertimpa atap rumah.

Kerusakan Tak Hanya di Sigi, Parigi hingga Palu Juga Terdampak

Kabupaten Parigi Moutong mencatat 37 unit rumah terdampak. Di Kota Palu, gempa merusak satu rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna Universitas Tadulako, serta sejumlah bagian di Hotel Best Western dan Hotel Santika. Sementara di Kabupaten Poso, tiga rumah di Desa Tumora rusak dan akses jalan di wilayah Napu ambles.

Hingga Rabu (17/6) pukul 08.30 WITA, Stasiun Geofisika BMKG Palu mencatat telah terjadi 466 kali gempa susulan. Dari jumlah itu, 25 kali gempa dirasakan oleh masyarakat dengan magnitudo terbesar mencapai M5,2 dan terkecil M1,3. Frekuensi gempa susulan mulai menunjukkan tren penurunan.

Logistik dan Tenda Darurat Mulai Disalurkan ke Wilayah Terdampak

BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan asesmen lapangan. Fokus penanganan darurat saat ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Logistik kebencanaan dan tenda darurat sudah mulai disalurkan.

Kodam XXIII/Palaka Wira menyalurkan empat unit tenda dan 50 velbed ke RS Samaritan Palu. Selain itu, lima unit tenda, 150 velbed, dan satu unit dapur lapangan dikirim ke Posko Kecamatan Nokilalaki. "Saat ini fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Logistik kebencanaan sudah mulai disalurkan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan," ujar Andi Sembiring.

BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama yang berada di sekitar bangunan rusak, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Bagikan
Sumber: jatim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks