Kader dan Keluarga di Desa Tagolu, Poso Dilatih Poltekkes Palu Cegah Tuberkulosis demi Target Eliminasi 2030

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 22 Juni 2026 | 15:23:01 WIB
Kader dan keluarga Desa Tagolu mengikuti pelatihan pencegahan Tuberkulosis oleh Poltekkes Palu.

POSO — Poltekkes Kemenkes Palu menggelar pelatihan pencegahan Tuberkulosis (TB) bagi kader dan keluarga di Desa Tagolu, Kabupaten Poso. Program ini bertujuan membekali warga dengan tugas kesehatan keluarga sebagai benteng pertama penanggulangan penyakit menular tersebut.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka penularan TB di tingkat komunitas. Target nasional Eliminasi TB 2030 disebut membutuhkan partisipasi aktif dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Mengapa Kader dan Keluarga Jadi Sasaran Utama?

Pencegahan TB tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis di puskesmas atau rumah sakit. Menurut data Kemenkes, kontak erat dalam satu rumah tangga menjadi jalur penularan paling dominan. Karena itu, kader dan anggota keluarga di Desa Tagolu dilatih mengenali gejala awal, memastikan kepatuhan minum obat, serta menjaga ventilasi rumah.

Pelatihan ini juga menekankan peran keluarga dalam mengawasi pasien TB agar tidak putus berobat. Angka putus berobat masih menjadi salah satu hambatan utama dalam eliminasi TB di daerah.

Apa Materi yang Diberikan kepada Warga?

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang cara penularan TB, gejala klinis, pentingnya etika batuk, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. Poltekkes Kemenkes Palu juga membagikan panduan sederhana yang bisa ditempel di rumah sebagai pengingat.

Para kader yang sudah dilatih nantinya bertugas menjadi penghubung antara warga dan fasilitas kesehatan. Mereka juga diminta aktif melakukan skrining awal jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan.

Target Eliminasi TB 2030 di Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah termasuk daerah dengan beban TB yang perlu perhatian serius. Program di Desa Tagolu ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di desa-desa lain. Dengan melibatkan keluarga sebagai garda terdepan, deteksi dini dan pengobatan diharapkan lebih cepat.

Poltekkes Kemenkes Palu menilai pendekatan berbasis tugas kesehatan keluarga ini lebih efektif karena menyentuh langsung kebiasaan sehari-hari warga. Edukasi berkelanjutan dinilai penting agar perubahan perilaku bisa berjalan konsisten hingga 2030.

Bagaimana Respons Warga Desa Tagolu?

Warga yang mengikuti pelatihan mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang TB. Sebelumnya, banyak yang menganggap penyakit ini hanya menyerang orang dengan gizi buruk atau perokok berat. Setelah pelatihan, mereka mulai paham bahwa siapa pun bisa tertular jika berada dalam satu ruangan dengan pasien tanpa ventilasi yang baik.

Para peserta juga berkomitmen untuk menyebarkan informasi ini ke tetangga dan kerabat. Mereka berharap stigma negatif terhadap pasien TB perlahan bisa hilang, sehingga penderitanya tidak takut untuk berobat.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top