Sigi Diguncang 1.256 Gempa Susulan, BMKG Peringatkan Risiko Longsor dan Banjir Bandang saat Hujan Lebat

Penulis: Andi Pratama  •  Senin, 22 Juni 2026 | 15:19:01 WIB
Gempa susulan di Sigi telah mencapai 1.256 kali sejak gempa utama, meningkatkan risiko bencana.

SIGI — Rangkaian gempa bumi yang terus mengguncang wilayah Kabupaten Sigi membuat tanah di sejumlah titik menjadi tidak stabil. BMKG mencatat telah terjadi 1.256 gempa susulan sejak gempa utama beberapa waktu lalu, dan kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG setempat, melalui rilis resmi yang diterima redaksi, mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. “Tanah yang sudah labil karena getaran gempa berulang, jika diguyur hujan deras dalam durasi lama, sangat berpotensi memicu longsor dan banjir bandang,” ujarnya.

Apa yang Terjadi pada Tanah di Sigi Setelah Ribuan Gempa?

Getaran yang terjadi secara terus-menerus mengubah struktur lapisan tanah di permukaan. Proses yang disebut likuifaksi atau pelunakan tanah ini membuat daya rekat antar partikel tanah melemah. Akibatnya, ketika air hujan meresap, tanah kehilangan kekuatan untuk menahan beban di atasnya, sehingga longsor menjadi sangat mungkin terjadi.

BMKG juga mencatat bahwa pola gempa susulan masih fluktuatif. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh kondisi geologis yang rapuh ini.

Siapa yang Paling Berisiko Terdampak?

Warga yang bermukim di daerah perbukitan, lereng curam, dan tepi sungai di Kecamatan Kulawi, Palolo, dan sekitarnya menjadi yang paling rentan. Daerah-daerah ini sebelumnya juga dikenal sebagai zona rawan bencana saat musim hujan tiba.

Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BPBD setempat telah mengaktifkan posko siaga darurat di beberapa desa. Warga diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau air sungai yang tiba-tiba berubah keruh.

Langkah Apa yang Bisa Dilakukan Warga Sekarang?

BMKG merekomendasikan warga untuk memantau informasi cuaca secara berkala. Jika hujan lebat berlangsung lebih dari dua jam tanpa henti, warga di zona raban diminta untuk melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.

Selain itu, jalur komunikasi darurat dengan perangkat desa dan BPBD perlu dipastikan berfungsi. “Jangan menunggu perintah evakuasi jika kondisi sudah tidak aman. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegas Kepala Stasiun Geofisika BMKG.

Apa yang Menyebabkan Tanah di Sigi Begitu Rapuh?

Selain faktor gempa susulan yang mencapai ribuan kali, kondisi geografis Sigi yang berada di lembah dan dikelilingi perbukitan membuat aliran air hujan terkonsentrasi. Proses pelapukan batuan yang terjadi secara alami juga dipercepat oleh getaran, menciptakan lapisan tanah yang mudah bergerak saat jenuh air.

BMKG terus memutakhirkan data aktivitas seismik di wilayah tersebut. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui aplikasi resmi BMKG atau menghubungi kantor BPBD setempat untuk mengetahui status siaga di wilayah masing-masing.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top