SIGI — BPBD Sulawesi Tengah terus bergerak cepat menangani dampak gempa yang mengguncang Kabupaten Sigi. Langkah utama yang tengah dikerjakan adalah mempercepat pendataan warga yang rumahnya rusak berat. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan dan pembangunan hunian sementara (huntara).
Kepala BPBD Sulteng menyebutkan bahwa rumah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas. Bantuan yang disiapkan untuk kategori ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 juta per unit. Angka ini masih dalam tahap finalisasi dan akan disesuaikan dengan hasil verifikasi lapangan.
Selain bantuan dana, pemerintah juga menyiapkan huntara agar warga tidak tinggal di lokasi berbahaya. Proses pembangunan huntara akan dimulai setelah pendataan selesai dan lokasi aman ditentukan.
Pendataan tidak hanya menyasar rumah rusak berat. BPBD Sulteng juga mencatat rumah rusak sedang dan ringan untuk menentukan bentuk bantuan lain. Namun, warga yang rumahnya ambruk atau tidak bisa dihuni sama sekali menjadi prioritas utama untuk mendapatkan huntara.
Warga diimbau segera melapor ke posko bencana di desa masing-masing jika belum terdata. Petugas BPBD masih terus turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Pembangunan huntara direncanakan dalam waktu dekat. BPBD Sulteng menargetkan proses konstruksi dimulai begitu data final diterima. Lokasi pembangunan huntara akan berada di titik yang dekat dengan permukiman asli warga, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat distribusi logistik dan material bangunan.
Warga dengan rumah rusak ringan dan sedang tetap mendapat perhatian. Bentuk bantuan untuk kategori ini belum diumumkan secara rinci, namun kemungkinan berupa material bangunan atau dana stimulan. BPBD Sulteng memastikan semua kategori kerusakan akan ditangani secara bertahap.
Proses verifikasi masih berlangsung. Warga diminta bersabar dan tidak membangun kembali rumah sebelum ada arahan dari petugas, terutama jika lokasi masih rawan gempa susulan.