Gempa 6,7 M Guncang Sulteng: 3 Meninggal, 108 Luka, 1.652 Rumah Rusak, 703 Gempa Susulan Tercatat

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 19:06:01 WIB
Gempa 6,7 magnitudo di Sulawesi Tengah menyebabkan tiga korban meninggal dan ratusan rumah rusak.

SIGI — Tiga korban meninggal akibat gempa bumi 6,7 magnitudo di Sulawesi Tengah terkonfirmasi berada di Kabupaten Sigi. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, dua korban berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, dan satu korban lainnya di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Data ini merupakan hasil pendataan terbaru oleh BPBD setempat.

Selain korban jiwa, gempa yang berpusat di darat ini menyebabkan 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan. Total warga terdampak mencapai 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi.

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum Capai Ratusan Titik

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, BNPB mencatat kerusakan rumah penduduk terdiri dari 1.472 unit rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat. Kerusakan tidak hanya menimpa rumah tinggal, melainkan juga fasilitas umum dan sosial.

Sebanyak 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih dilaporkan mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak hari kejadian.

BMKG Catat 703 Gempa Susulan, 25 Masih Dirasakan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan hingga beberapa hari setelah gempa utama. Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan masih dapat dirasakan oleh masyarakat.

Kondisi ini membuat warga di sejumlah desa masih memilih bertahan di tempat pengungsian atau di luar rumah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi untuk memperkuat koordinasi penanganan.

Bantuan Logistik dan Dukungan TNI-Polri Dikerahkan

BNPB telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak, meliputi tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat. Personel TNI dan Polri juga dikerahkan untuk membantu pembersihan puing bangunan dan distribusi logistik.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi secara tepat sasaran. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6) untuk meninjau langsung kondisi warga dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top