SULAWESI TENGAH — Langkah ini menjadi angin segar bagi Kalimantan Tengah yang sudah lama tanpa wakil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Adhyaksa FC tidak hanya membawa tim senior, tetapi juga berkomitmen membangun ekosistem sepak bola daerah melalui program pembinaan usia muda.
Eko Setyawan menegaskan bahwa pemain asli Kalimantan Tengah akan mendapatkan prioritas dalam pengembangan skuad. Klub berencana membawa program Elite Pro Academy yang mencakup kelompok usia U-16, U-18, hingga U-20.
"Kami tidak hanya datang dengan tim senior. Kami juga membawa program Elite Pro Academy. Nantinya, anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan berkompetisi di level nasional," ujar Eko dalam keterangannya, Senin (14/4).
Kehadiran akademi berjenjang ini diyakini mampu membuka jalan bagi talenta muda Bumi Tambun Bungai untuk menembus level profesional tanpa harus merantau sejak usia dini. Program ini menjadi fondasi penting agar pembangunan sepak bola berjalan berkelanjutan.
Adhyaksa FC mencatatkan perjalanan impresif. Klub yang lahir dari kompetisi amatir berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia hanya dalam empat tahun. Eko menyebut pencapaian itu sebagai bukti manajemen profesional yang dimiliki klub.
"Kami datang dengan manajemen yang profesional. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1," ungkapnya.
Promosi ke Super League membuat peluang merealisasikan kerja sama dengan Pemprov Kalteng semakin terbuka. Rencana ini telah dibicarakan sejak dua tahun lalu, saat Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan potensi besar talenta muda di daerah tersebut.
Keberadaan klub profesional diyakini tidak hanya berdampak pada prestasi di lapangan. Eko berharap kehadiran Adhyaksa FC mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta mengembangkan sektor pariwisata olahraga yang terus didorong pemerintah daerah.
"Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah," tegas Eko.
Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah—pemerintah daerah, pelaku sepak bola, komunitas suporter, hingga masyarakat umum—dapat mendukung rencana ini. Stadion Tuah Pahoe sendiri telah ditinjau langsung dan dinilai layak menjadi home base klub Super League.