GEM Buka Beasiswa Indonesia–China 2026 untuk Perkuat SDM Hilirisasi

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:21:01 WIB
Pemerintah luncurkan Beasiswa Indonesia-China 2026 untuk pengembangan SDM hilirisasi.

JAKARTA — Peluang bagi putra-putri daerah untuk menimba ilmu di China kembali terbuka lebar. Pemerintah melalui skema kerja sama bilateral resmi meluncurkan program Beasiswa Indonesia-China 2026 yang secara spesifik menyasar pengembangan SDM di bidang hilirisasi. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil di sektor pengolahan sumber daya alam yang kian masif.

Target Peserta: Tenaga Muda di Sektor Industri Pengolahan

Program ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa baru. Pemerintah membuka kesempatan bagi para profesional muda yang sudah bekerja di industri hilirisasi, seperti pengolahan nikel, bauksit, hingga kelapa sawit. Peserta akan mengikuti program pelatihan dan pendidikan selama satu hingga dua tahun di sejumlah universitas mitra di China.

“Kami butuh SDM yang tidak hanya paham teori, tapi juga menguasai teknologi pengolahan terbaru. Beasiswa ini jawabannya,” ujar pejabat dari instansi terkait dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (21/1/2025).

Bidang Studi yang Diprioritaskan

Beasiswa mencakup beberapa bidang studi prioritas. Mulai dari metalurgi, teknik kimia, teknologi pengolahan mineral, hingga manajemen rantai pasok industri. Pemerintah daerah diminta mendorong anak muda di wilayahnya untuk mendaftar, terutama yang berlatar belakang pendidikan teknik dan sains.

Setiap peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan tunjangan hidup penuh, biaya kuliah, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat pulang-pergi. Tidak ada biaya pendaftaran yang dibebankan kepada calon peserta.

Bagaimana Cara Mendaftar?

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi kerja sama Indonesia-China. Calon peserta harus menyiapkan sejumlah dokumen, seperti ijazah terakhir, transkrip nilai, surat rekomendasi dari institusi atau perusahaan tempat bekerja, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris.

Proses seleksi meliputi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Pemerintah menargetkan kuota peserta dari setiap provinsi agar merata. Jadwal pengumuman hasil seleksi direncanakan pada pertengahan tahun 2026.

Dampak bagi Daerah: SDM Unggul, Investasi Mengalir

Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat menilai program ini krusial. Sebab, banyak investor asing yang masuk ke daerah justru kesulitan mencari tenaga kerja lokal yang menguasai teknologi pengolahan modern. Dengan adanya beasiswa ini, lulusan diharapkan bisa langsung diserap oleh industri di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri.

Pemerintah daerah pun diminta menyiapkan program pendampingan bagi para peserta yang kembali, agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan dan ditularkan ke pekerja lokal lainnya. Hal ini dinilai lebih efektif ketimbang sekadar mengirim tenaga kerja asing.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top