Inflasi Tahunan di Sulawesi Tengah Tembus 2,77 Persen, Biaya Transportasi Jadi Pemicu Utama

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:21:01 WIB
Inflasi tahunan Sulawesi Tengah Mei 2026 tercatat 2,77 persen, didorong oleh kenaikan biaya transportasi.

PALU — Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Tengah pada Mei 2026 mencapai 2,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BPS Sulteng mencatat kenaikan ini didorong oleh meningkatnya tarif angkutan dan harga bahan bakar di daerah tersebut.

Mengapa Biaya Transportasi Menjadi Pemicu Inflasi?

Kelompok transportasi memberikan andil terbesar dalam mendongkrak Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulteng. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu berdampak langsung pada tarif angkutan kota dan biaya logistik antar kabupaten. Kondisi ini memicu efek berantai pada harga komoditas lain yang diangkut melalui jalur darat maupun laut.

Berapa Besar Kontribusi Transportasi terhadap Inflasi?

Data BPS Sulteng menunjukkan bahwa kelompok transportasi menyumbang inflasi lebih tinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya. Meskipun angka pastinya tidak dirinci dalam laporan singkat tersebut, posisi transportasi sebagai kontributor utama menandakan bahwa mobilitas warga di Kota Palu, Donggala, dan daerah sekitarnya tengah terbebani oleh ongkos perjalanan yang lebih mahal.

Apa Dampak Inflasi Ini bagi Warga Sulawesi Tengah?

Dampak paling terasa adalah meningkatnya biaya hidup harian, terutama bagi pekerja yang setiap hari harus mengeluarkan uang lebih untuk transportasi ke tempat kerja. Selain itu, pelaku UMKM yang mengandalkan jasa pengiriman barang juga harus menyesuaikan harga jual produk mereka agar tidak merugi. Masyarakat di daerah pedalaman yang akses transportasinya terbatas menjadi kelompok paling rentan terhadap gejolak harga ini.

Apakah ada Kelompok Barang Lain yang Ikut Naik?

BPS Sulteng belum merilis rincian lengkap kelompok pengeluaran lain yang mengalami kenaikan. Namun, secara historis, kenaikan biaya transportasi sering kali diikuti oleh kenaikan harga bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Warga diimbau untuk mencermati pola belanja dan mengutamakan kebutuhan pokok selama periode inflasi ini.

Inflasi tahunan 2,77% di Sulteng, apakah tergolong tinggi?

Angka 2,77 persen secara tahunan masih berada dalam rentang target inflasi nasional yang umumnya ditetapkan pemerintah. Namun, kenaikan ini tetap perlu diwaspadai karena didorong oleh komponen transportasi yang bersifat struktural dan sulit turun dalam waktu singkat.

Bagaimana langkah Pemprov Sulteng menghadapi inflasi ini?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengenai langkah konkret pengendalian inflasi. Biasanya, operasi pasar murah dan pengawasan distribusi bahan pokok menjadi langkah awal yang ditempuh untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top