PALU — Sebanyak 10.000 paket makanan dibagikan langsung kepada warga di sejumlah titik di Kota Palu. Kegiatan ini digagas oleh FKUB dan Bamag Sulteng sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan harmoni antarumat beragama.
Pembagian paket makanan ini tidak sekadar aksi karitatif. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi warga untuk saling membantu. Di tengah kesibukan kota, momen berbagi seperti ini justru memperkuat ikatan sosial yang sempat tergerus.
Ratusan relawan dari berbagai latar belakang agama turun langsung ke lapangan. Mereka menyusuri lorong-lorong permukiman dan membagikan makanan kepada warga yang membutuhkan, tanpa memandang status sosial maupun agama.
Ketua FKUB Sulteng menyebut bahwa aksi ini adalah agenda rutin yang sengaja digelar di ruang publik. Tujuannya agar pesan toleransi tidak hanya terdengar di forum diskusi, tetapi juga terlihat dalam tindakan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kerukunan itu bukan wacana. Ini aksi nyata, berbagi makanan untuk sesama tanpa melihat latar belakang agama,” ujar perwakilan FKUB dalam keterangannya.
Paket makanan dibagikan secara acak kepada warga yang melintas maupun yang tinggal di kawasan padat penduduk. Tidak ada syarat khusus. Semua warga Palu, dari anak-anak hingga lansia, berhak menerima bantuan ini.
Bamag Sulteng menyiapkan logistik secara mandiri, bekerja sama dengan komunitas dan pengelola rumah ibadah. Proses distribusi berlangsung kondusif dan tertib, dengan tetap mematuhi protokol lalu lintas dan keamanan.
Kegiatan seperti ini dinilai mampu menurunkan potensi gesekan horizontal. Ketika warga dari berbagai agama duduk bersama dan saling berbagi, prasangka perlahan luntur. Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas di Sulawesi Tengah yang dikenal plural.
Ke depan, FKUB dan Bamag berencana memperluas jangkauan ke daerah-daerah rawan konflik di Sulteng. Mereka juga akan melibatkan lebih banyak pemuda lintas iman sebagai relawan tetap.
Warga yang ingin berkontribusi bisa menghubungi sekretariat FKUB Sulteng atau Bamag terdekat. Donasi dalam bentuk makanan siap saji, uang tunai, atau tenaga sukarela masih sangat dibutuhkan untuk kegiatan serupa di masa mendatang.
“Kami terbuka untuk siapa pun yang ingin ikut. Karena kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya milik tokoh agama,” pungkas perwakilan Bamag.