SULAWESI TENGAH — Petenis Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina, mengungkapkan situasi tak biasa yang dialaminya saat berlaga di Roland Garros. Pelatihnya, Mariano Puerta, tiba-tiba memutuskan hengkang di tengah turnamen tanpa sepatah kata pun.
Unggulan ke-21 itu membantah kabar yang beredar di France TV bahwa ia memecat Puerta setelah pertengkaran usai kemenangan di babak pertama atas Damir Dzumhur. "Kami tidak bertengkar. Semuanya normal," ujar Davidovich Fokina seusai kekalahan di babak kedua dari Thiago Agustin Tirante, Rabu (4/6).
Menurut penuturannya, setelah makan siang bersama, Puerta mengeluh tidak enak badan dan memutuskan kembali ke hotel. Beberapa jam kemudian, barulah Davidovich Fokina menerima pesan teks dari Puerta yang menyatakan "tidak akan melanjutkan".
Yang membuat Davidovich Fokina geram bukanlah keputusan berhenti, melainkan cara Puerta pergi. "Dia tidak bilang apa-apa kepada siapa pun, ke tim. Dia hanya naik pesawat dan terbang ke Miami tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada kami," kata petenis berusia 26 tahun itu.
Bahkan istri Davidovich Fokina dan dirinya sendiri sudah mencoba menghubungi Puerta melalui telepon, namun tak membuahkan hasil. "Dia melanjutkan hidupnya dan aku juga. Jika dia bersikap seperti ini di usia 45 tahun, ya, itu keputusannya," tambahnya dengan nada pasrah.
Mariano Puerta, yang pernah menjadi runner-up Rafael Nadal di Roland Garros 2005, direkrut Davidovich Fokina pada Januari lalu. Ia menggantikan Felix Mantilla setelah musim 2025 yang membuat frustrasi, di mana Davidovich Fokina menjadi runner-up di empat turnamen.
Puerta sendiri memiliki catatan kontroversial sebagai pemain. Ia pernah dijatuhi sanksi larangan bermain karena pelanggaran doping pada 2003 dan kembali pada 2005. Meski begitu, Davidovich Fokina tidak menyimpan dendam. "Aku tidak mendoakan yang buruk untuknya. Semoga semuanya berjalan baik jika dia mulai bekerja dengan pemain lain," ucapnya.
Ia pun memberi peringatan halus kepada calon pemain yang mungkin akan bekerja sama dengan Puerta di masa depan. "Setelah ini mereka akan tahu untuk berhati-hati, dan lebih baik lagi dia akan meninggalkan mereka di saat terburuk," pungkasnya.