SULAWESI TENGAH — Tesla mematenkan sistem kipas elektrik yang menyedot udara dari kolong mobil untuk menciptakan downforce, bahkan saat kendaraan diam. Paten bertajuk Electric Fan Car itu disetujui 29 September dan berpotensi diterapkan pada Roadster maupun varian Plaid dan Performance. Teknologi serupa pernah dipakai Chaparral 2J di balap Can-Am 1970 dan Gordon Murray T.50.
Dokumen paten yang dikutip Carscoops menjelaskan sistem saluran udara di bawah mobil dengan kipas elektrik yang menarik udara menuju saluran keluar di bagian belakang. Konfigurasi itu memungkinkan tekanan ke bawah terbentuk tanpa bergantung pada aliran udara yang muncul saat mobil melaju kencang.
Pendekatan ini berbeda dari spoiler atau sayap konvensional yang baru bekerja optimal pada kecepatan tertentu. Kipas penyedot bisa aktif sejak mobil berhenti, sehingga daya cengkeram ban tetap terjaga di berbagai kondisi kecepatan.
Cara Kerja Kipas Penyedot Udara di Kolong Mobil
Udara di kolong mobil disedot melalui saluran khusus, lalu dibuang ke belakang bodi. Proses itu menciptakan area bertekanan rendah di bawah sasis yang menarik mobil ke permukaan jalan.
Efeknya, mobil berpotensi lebih stabil saat menikung, mengerem, hingga berakselerasi. Namun Tesla masih harus mempertimbangkan konsumsi energi, tingkat kebisingan, dan daya tahan komponen jika teknologi ini masuk produksi massal.
Bukan Konsep Baru di Dunia Balap
Chaparral 2J sudah memakai dua kipas di bagian belakang untuk menghasilkan downforce pada musim balap Can-Am 1970. Mobil itu dikenal sebagai salah satu eksperimen paling radikal di era tersebut.
Gordon Murray Automotive menerapkan konsep serupa pada T.50. Mobil itu memakai kipas belakang berdiameter 400 mm yang bekerja bersama spoiler aktif dan diffuser, dengan klaim peningkatan downforce hingga 50% dalam mode High Downforce.
McMurtry Spéirling juga menggunakan kipas untuk menghasilkan daya tekan, bahkan saat mobil berhenti. Pendekatan itu membantu kendaraan listrik ringan tersebut mencetak waktu cepat di lintasan bukit Goodwood.
Roadster hingga Plaid Berpotensi Kebagian
Tesla Roadster disebut sebagai kandidat paling logis untuk penerapan teknologi ini. Meski begitu, paten tersebut tidak membatasi penggunaannya pada model itu saja.
Ilustrasi dalam dokumen justru memperlihatkan Tesla Model S. Model lain seperti varian Plaid dan Performance juga berpotensi mendapat manfaat dari tambahan daya cengkeram lewat sistem kipas ini.
Yang perlu dicatat, paten belum menjadi jaminan produksi massal. Tesla masih perlu membuktikan apakah sistem kipas itu efektif, efisien secara energi, dan layak secara biaya untuk diterapkan pada mobil produksinya.
Jika terealisasi, teknologi ini bisa menjadi pembeda tersendiri di segmen mobil listrik performa tinggi. Pabrikan lain sejauh ini lebih memilih aerodinamika pasif dan spoiler aktif untuk mengatur downforce.