PASANGKAYU — Komisi I DPRD Pasangkayu menyoroti kondisi dua asrama mahasiswa milik pemerintah daerah yang berada di Palu. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan Minggu (10/5/2026), rombongan mendapati sejumlah fasilitas rusak parah dan aliran listrik terputus.
Ketua Komisi I Muslihat Kamaluddin memimpin langsung rombongan yang juga didampingi Wakil Ketua Arham Bustaman, anggota Ilham, serta Kabag Umum Setwan Wazni. Mereka menyambangi asrama di Vatutela dan Jl. Panglima Polem, Talise.
Aset Daerah Terbengkalai Bertahun-tahun
Kondisi dua bangunan asrama itu dinilai sangat memprihatinkan. Beberapa ruangan tidak bisa difungsikan karena kerusakan yang sudah berlangsung lama. Bahkan, salah satu asrama sama sekali tidak mendapat pasokan listrik.
Wakil Ketua Komisi I Arham Bustaman menyayangkan keadaan tersebut. Ia menegaskan bahwa asrama mahasiswa merupakan aset daerah yang seharusnya dirawat dan dikelola dengan baik.
“Ini menyangkut pendidikan dan aset daerah yang seharusnya mendapat perhatian serius,” ujar politisi Partai Nasdem itu.
Pemanggilan Dinas Pendidikan Segera Dilakukan
Menindaklanjuti temuan di lapangan, Komisi I berencana memanggil Dinas Pendidikan dalam waktu dekat. Langkah ini untuk meminta klarifikasi terkait pengelolaan asrama mahasiswa yang berada di luar daerah.
Menurut Arham, Palu menjadi salah satu tujuan utama pelajar asal Pasangkayu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Keberadaan asrama sangat vital sebagai tempat tinggal selama masa studi.
“Kami akan mengawal persoalan ini hingga mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Desakan Perbaikan Segera
Komisi I mendesak Pemda Pasangkayu agar segera melakukan perbaikan terhadap seluruh aset pendidikan, khususnya fasilitas penunjang mahasiswa. Perhatian serius dinilai perlu diberikan agar asrama bisa kembali berfungsi optimal.
Kunjungan kerja ini menjadi alarm bagi pemda untuk mengevaluasi pengelolaan aset di luar kabupaten. Jika tidak segera ditangani, kondisi asrama dikhawatirkan semakin rusak dan merugikan daerah.