Pencarian

PLN Targetkan SUTT 150 kV Palu 3-Tambu Beroperasi Akhir 2026

Jumat, 08 Mei 2026 • 11:45:25 WIB
PLN Targetkan SUTT 150 kV Palu 3-Tambu Beroperasi Akhir 2026
Pekerjaan fisik pembangunan SUTT 150 kV Palu 3-Tambu telah mencapai 80 persen di Sulawesi Tengah.

PALU — Proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan PLTU Palu 3 menuju Tambu terus dikebut. Hingga saat ini, pekerjaan fisik pada jalur transmisi yang terdiri dari 197 tower tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dari total target pembangunan di wilayah Sulawesi Tengah.

Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di pesisir barat Sulawesi Tengah. Jika sudah rampung, aliran listrik dari PLTU Palu 3 akan terintegrasi langsung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tambu yang memiliki kapasitas transformasi sebesar 30 MVA.

Bagaimana Dampak Proyek Ini bagi Pasokan Listrik Tambu?

Kehadiran jaringan transmisi ini bertujuan utama untuk menciptakan efisiensi operasional pada sistem kelistrikan daerah. Selama ini, pasokan listrik di wilayah Tambu dan sekitarnya masih mengandalkan pembangkit berbasis diesel yang biaya operasionalnya cenderung lebih tinggi dibandingkan pembangkit skala besar.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa proyek strategis ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan keandalan energi. Pengoperasian jaringan ini akan meminimalkan risiko gangguan pasokan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui ketersediaan daya yang lebih stabil.

“SUTT ini akan menjadi tulang punggung penyaluran daya dari PLTU Palu 3 ke Tambu. Dengan beroperasinya jaringan ini, pasokan listrik akan lebih andal dan efisien serta mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel,” ujar I Gusti Made Aditya saat meninjau langsung lokasi proyek di Sulawesi Tengah baru-baru ini.

Fokus Percepatan Ruang Bebas dan Penarikan Kabel

Dalam peninjauan lapangan tersebut, manajemen PLN memberikan perhatian khusus pada tahapan krusial yang sedang berjalan. Saat ini, tim di lapangan tengah mengoptimalkan penyediaan ruang bebas atau right of way (ROW) di sepanjang jalur transmisi sebelum memasuki tahap akhir konstruksi.

Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tengah (UPP Sulteng), Qadri, yang mendampingi kunjungan tersebut menyatakan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat. Fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh titik tower siap untuk proses penarikan konduktor tanpa kendala teknis maupun sosial.

“Kami memprioritaskan percepatan penyelesaian ROW dan penarikan konduktor sebagai tahapan krusial menuju energize. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Qadri.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui distribusi listrik yang berkelanjutan. PLN berkomitmen untuk terus memantau setiap milestone pekerjaan agar target pengoperasian pada akhir tahun 2026 dapat terealisasi sesuai rencana pembangunan daerah.

Bagikan
Sumber: sulawesion.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks