Pencarian

Siswa MTsN 2 Palu Pelajari Warisan Kain Kulit Kayu di Museum Sulteng

Selasa, 05 Mei 2026 • 13:59:10 WIB
Siswa MTsN 2 Palu Pelajari Warisan Kain Kulit Kayu di Museum Sulteng
Siswa MTsN 2 Palu mempelajari proses pembuatan kain kulit kayu di Museum Sulawesi Tengah.

Puluhan siswa yang merupakan perwakilan berbagai organisasi kesiswaan di MTsN 2 Kota Palu memadati area pameran sejak pagi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya sekolah mendekatkan peserta didik dengan kekayaan budaya asli Sulawesi Tengah, khususnya kerajinan kain kulit kayu yang kini menjadi daya tarik museum provinsi.

Setibanya di lokasi, rombongan menjalani proses pendataan oleh petugas museum sebelum mengeksplorasi galeri. Langkah ini dilakukan guna memastikan alur kunjungan tetap tertib mengingat tingginya antusiasme peserta didik melihat koleksi yang dipamerkan.

Mengenal Proses Pembuatan dan Makna Filosofis Kain Kulit Kayu

Selama berkeliling, para siswa mendapatkan penjelasan mendalam dari pemandu museum. Penjelasan mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan jenis pohon, teknik pemukulan kulit kayu hingga menjadi lembaran kain, hingga proses pewarnaan alami yang digunakan masyarakat tradisional.

Pemandu museum menekankan bahwa kain kulit kayu bukan sekadar komoditas sandang masa lalu. Setiap motif dan tekstur yang dihasilkan memiliki nilai historis serta makna filosofis yang mencerminkan identitas sosial masyarakat di Sulawesi Tengah pada masanya.

Interaksi aktif terlihat saat peserta didik melontarkan pertanyaan mengenai ketahanan kain dan penggunaannya dalam upacara adat. Pembelajaran di luar kelas ini dinilai lebih efektif karena siswa dapat menyentuh aspek visual dari materi sejarah yang selama ini hanya dipelajari melalui buku teks.

Daftar Pembina dan Partisipasi Organisasi Siswa

Kegiatan ini melibatkan 23 peserta didik yang dipilih dari berbagai organisasi internal sekolah. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi jembatan informasi bagi rekan sejawat lainnya di lingkungan MTsN 2 Kota Palu sekembalinya dari pameran.

Empat orang pembina turut mendampingi secara intensif untuk memastikan aspek pembelajaran berjalan optimal, yakni:

  • Hj. Hasnirwana, S.Pd., M.Pd
  • Rohana, S.Ag
  • Annisa Amalia R, S.Pd
  • Haerin Suci Adelia, S.Pd

Pihak sekolah berharap kunjungan ke Museum Sulawesi Tengah ini mampu memantik rasa bangga dan kecintaan siswa terhadap warisan leluhur. Melalui pengenalan sejak dini, nilai seni dan sejarah tinggi yang terkandung dalam kain kulit kayu diharapkan tetap lestari di tangan generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: sulteng.kemenag.go.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks