Investasi Emas Pegadaian Palu Tembus Rp280 Miliar, Capai 134 Persen dari Target Tahunan

Penulis: Deni Kurniawan  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:08:01 WIB
Pegadaian Area Palu mencatat investasi emas mencapai Rp280 miliar, melampaui target tahunan sebesar 134 persen.

PALU — Angka tersebut setara 134 persen dari target yang dicanangkan perusahaan untuk tahun ini. Putra Aspin Rahmatullah menyebut pertumbuhan investasi emas di wilayahnya konsisten mencatat kenaikan rata-rata 6-7 persen setiap bulan.

"Memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Sulteng, dari turun-temurun orang tuanya mengajarkan untuk menyimpan emas sehingga sampai sekarang untuk punya pegangan emas di masyarakat Sulteng agak tinggi," ujarnya di Palu, Sabtu.

Faktor Pendorong Minat Masyarakat Berinvestasi Emas

Selain faktor budaya, kemudahan transaksi turut menjadi daya tarik tersendiri. Pegadaian Area Palu memberikan potongan harga sekitar Rp70 ribu untuk setiap transaksi pembelian emas per gramnya.

Kebiasaan menyimpan emas yang diwariskan secara turun-temurun membuat masyarakat tidak hanya memandang logam mulia sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai pegangan nilai yang aman. Hal ini menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu pasar potensial bagi pengembangan produk investasi berbasis emas.

Program "Keluarga Emas" untuk ASN Pemprov Sulteng

Pegadaian Area Palu tidak berhenti pada layanan konvensional. Perusahaan memperluas jangkauan investasi emas ke segmen aparatur sipil negara (ASN) melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam program bertajuk "Keluarga Emas".

Kepala Departemen Produk Gadai Kantor Area Palu Zia Ul Haqq Abrianto menjelaskan, program ini menyasar kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan emas minimal dua gram per keluarga. Skema cicilan dirancang agar terjangkau, dengan simulasi angsuran sekitar Rp400 ribu per bulan untuk kepemilikan emas dua gram.

"Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan MoU dengan Pemprov Sulteng dan meluncurkan program Keluarga Emas, yang tujuannya bagaimana menyejahterakan masyarakat Sulteng agar minimal punya dua gram per keluarga," katanya.

Realisasi Program dan Proyeksi ke Depan

Hingga semester I 2026, program tersebut telah dimanfaatkan sekitar 120 ASN di lingkungan Pemprov Sulawesi Tengah. Total gramasi emas yang berhasil dihimpun mencapai 1,7 kilogram.

Pihak Pegadaian memproyeksikan jumlah kepemilikan emas melalui program ini akan terus bertambah pada semester II 2026 seiring dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan. Upaya ini sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa emas bukan sekadar barang berharga, melainkan instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top