Keputusan Epic Games mengintegrasikan AI generatif secara masif bukan tanpa risiko. Laporan State of the Game Industry 2026 dari Game Developers Conference (GDC) yang dirilis Januari lalu menunjukkan 52 persen responden—naik dari 30 persen pada 2025 dan 18 persen pada 2024—menganggap teknologi ini merugikan industri. Hanya 7 persen yang melihat dampak positif.
Meski begitu, Marcus Wassmer, kepala tim pengembangan Epic, menyebut AI sebagai "pengganda kreativitas dan produktivitas" yang akan membebaskan developer dari tugas manual berulang. "Tujuan kami untuk UE6 adalah mengurangi drastis pekerjaan membosankan dalam pembuatan konten agar tim punya lebih banyak waktu untuk eksplorasi kreatif dan iterasi," tulis Wassmer dalam blog resmi.
Unreal Engine 5.8 yang dirilis bersamaan dengan pengumuman tersebut sudah menyertakan plugin Model Context Protocol (MCP) dalam tahap eksperimental. Plugin ini memungkinkan developer menghubungkan model AI eksternal—Claude dari Anthropic atau Gemini dari Google—langsung ke dalam editor UE.
Dalam demonstrasi, Epic menunjukkan bagaimana Claude Code bisa mengambil objek dari pustaka aset, menempatkannya di ruang tamu virtual, lalu menyesuaikan pencahayaan secara otomatis agar cocok dengan kondisi atmosfer dunia nyata. Developer tetap bisa memindahkan objek secara manual kapan saja.
Epic juga mendemonstrasikan pembangunan kota virtual yang bisa menyesuaikan diri secara otomatis saat aset baru seperti taman ditambahkan. Plugin ini mengakses sistem inti UE termasuk blueprint, aset, level, material, dan mesh.
Pada sesi terpisah, Epic mengonfirmasi bahwa Unreal Engine 6 akan menggabungkan UE5 dan Unreal Editor for Fortnite (UEFN) menjadi satu platform. Perusahaan juga tengah menguji fitur yang memungkinkan skin Fortnite digunakan di game UE6 lain, dan sebaliknya.
Unreal Engine 6 ditargetkan rilis dalam akses awal pada akhir 2027, dengan versi penuh menyusul 12-18 bulan kemudian. CEO Tim Sweeney sebelumnya menyatakan label "made with AI" tidak relevan untuk toko game karena "AI akan terlibat di hampir semua produksi masa depan."
Epic juga mengumumkan bahwa kreator konten Fortnite menggunakan UEFN akan bisa membuat game berdasarkan waralaba The Simpsons, menyusul kolaborasi Star Wars yang sudah berjalan. Lebih dari 30 kolaborasi game dijadwalkan tahun ini, termasuk Sonic Racing: CrossWorlds, Vampire Survivors, dan Control Resonant.
Namun, langkah Epic menuai resistensi. Poncle, pengembang Vampire Survivors, menyatakan via Reddit sedang "meninjau ulang" kerja sama dengan Fortnite setelah berita tentang penggunaan AI generatif untuk membuat aset game, termasuk karakter Fortnite. "Kami akan memberi tahu jika ada perkembangan," tulis akun resmi Poncle.
Survei GDC mencatat 36 persen developer game sudah menggunakan alat AI generatif dalam pekerjaan mereka, terutama untuk riset dan brainstorming (81 persen) serta pembuatan prototipe (35 persen). Angka ini menunjukkan adopsi berjalan meski sentimen negatif terus meningkat.