Masalah baterai Galaxy Watch bukan selalu soal kapasitas atau usia perangkat. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru fitur-fitur yang diaktifkan otomatis oleh Samsung, seperti pemantauan stres berkelanjutan, deteksi suhu kulit saat tidur, dan pengukuran komposisi tubuh. Fitur-fitur ini memang berguna bagi pengguna yang rutin memeriksa metrik kesehatannya, tapi menjadi beban sia-sia bagi mereka yang hanya ingin notifikasi dan langkah harian.
Samsung menawarkan tiga kategori pemantauan yang bisa dimatikan secara manual: Stres Monitoring, Body Composition, dan Advanced Sleep Tracking. Ketiganya menggunakan sensor bioaktif yang terus mengambil data dalam interval pendek. Stres monitoring, misalnya, mengukur variabilitas detak jantung setiap beberapa menit — fitur yang menguras baterai lebih cepat dari yang dibayangkan.
Body composition, fitur yang mengestimasi persentase lemak dan otot, juga butuh pengukuran khusus dengan menempelkan jari ke tombol samping. Jika kamu tidak pernah melakukannya, sensor tetap dalam mode siaga dan mengonsumsi daya. Sementara itu, advanced sleep tracking merekam suhu kulit, detak jantung, dan gerakan sepanjang malam — data yang hanya berguna jika kamu memang membaca laporan tidur setiap pagi.
Berdasarkan pengalaman pengguna di forum komunitas Samsung dan ulasan teknis, mematikan ketiga fitur ini bisa menghemat 15 hingga 25 persen daya per siklus pengisian. Pada Galaxy Watch 6 dengan baterai 300 mAh, itu berarti tambahan waktu pemakaian sekitar 4 hingga 6 jam. Untuk Galaxy Watch 7 atau Watch Ultra yang lebih baru, efisiensi serupa juga bisa didapatkan.
Angka ini tentu bervariasi tergantung kebiasaan pemakaian dan lingkungan. Tapi satu hal pasti: jika kamu termasuk tipe pengguna yang hanya mengecek langkah, kalori, dan notifikasi, tidak ada alasan untuk membiarkan sensor stres atau komposisi tubuh menyala 24 jam.
Pengaturan ini bisa diakses langsung dari Galaxy Watch atau melalui aplikasi Samsung Health di ponsel. Di jam tangan, buka menu Pengaturan > Fitur Kesehatan, lalu matikan opsi Stres Monitoring Otomatis, Body Composition, dan Advanced Sleep Tracking. Di aplikasi Samsung Health, masuk ke Pengaturan > Data yang Dikumpulkan dan nonaktifkan item serupa.
Samsung juga menyediakan mode Power Saving yang membatasi fungsi di balik layar, tapi opsi ini bisa terlalu drastis karena mematikan layar always-on dan mengurangi kecerahan. Pendekatan selektif — mematikan hanya fitur yang tidak dipakai — adalah jalan tengah yang lebih cerdas.
Di Indonesia, Galaxy Watch adalah salah satu smartwatch terpopuler, terutama setelah peluncuran Galaxy Watch 7 dan Watch FE yang lebih terjangkau. Namun, banyak pengguna lokal mengeluhkan daya tahan baterai yang tidak sesuai ekspektasi. Padahal, keluhan itu sering kali bisa diselesaikan tanpa mengganti perangkat atau mengisi daya dua kali sehari.
Kebiasaan pengguna Indonesia yang cenderung mengaktifkan semua fitur saat pertama kali memasang jam tangan — tanpa memahami dampaknya — juga menjadi faktor. Edukasi tentang pengaturan baterai masih minim, dan Samsung sendiri jarang menyoroti tips ini dalam materi promosi atau buku panduan.
Dengan menonaktifkan fitur yang tidak relevan, pengguna Galaxy Watch di Indonesia bisa menikmati daya tahan baterai hingga dua hari penuh tanpa perlu mengorbankan fungsi dasar yang benar-benar dibutuhkan. Ini bukan soal merusak pengalaman, melainkan menggunakan perangkat secara cerdas sesuai kebutuhan pribadi.