BANGGAI — Warga di pesisir utara Banggai dan sejumlah kabupaten tetangga sempat panik saat gempa bumi mengguncang, Jumat (pagi). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,4 dengan pusat gempa berada di laut.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan episenter gempa terletak di koordinat 0,15 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di laut, 72 kilometer arah timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 99 kilometer.
“Jenis gempa bumi yang terjadi adalah tektonik di wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, pukul 7.28 WITA,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu.
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi menengah. Penyebabnya adalah deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda. Di daerah Luwu dan Bone Bolango, getaran mencapai skala III-IV MMI — artinya dirasakan nyata dalam rumah dan seperti ada truk berlalu. Wilayah Gorontalo merasakan skala III MMI, sementara Pohuwatu, Boalemo, dan Gorontalo Utara mencatat skala II-III MMI. Daerah Taliabu merasakan getaran paling rendah, yakni skala II MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Wijayanto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengingatkan agar warga waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.