PALU — Banjir yang merendam empat desa di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/6) menyebabkan kerusakan infrastruktur dan merendam ratusan rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto melaporkan, banjir dipicu hujan deras yang membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, Desa Mulat menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 193 jiwa dari 53 KK. Selain merendam 45 rumah warga, banjir juga menggenangi Masjid Al-Haq di desa tersebut.
Di Desa Bungkudu, banjir berdampak pada 130 KK atau 455 jiwa. Sebanyak 91 rumah warga terendam, dan jembatan penghubung jalan desa putus akibat derasnya arus air. Sementara di Desa Mopu, sebanyak 25 KK atau 60 jiwa terdampak dengan 12 rumah terendam banjir.
Adapun untuk Desa Potangoan, proses pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Asbudianto menambahkan, selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan tanggul sungai jebol. Kondisi ini memperparah genangan di sejumlah titik. "Banjir terjadi pada Jumat (5/6) dipicu hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap hingga merendam ratusan rumah warga serta fasilitas umum di beberapa desa," ujarnya dalam laporan di Palu, Sabtu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini. BPBD Sulteng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana.
Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan mendesak masyarakat di keempat desa meliputi bantuan logistik penanggulangan bencana, pembangunan tanggul sungai, serta pembuatan saluran pembuangan air. Khusus di Desa Bungkudu, warga membutuhkan pembangunan jembatan darurat untuk memulihkan akses yang terputus akibat banjir.
Asbudianto menyebutkan, kondisi banjir mulai berangsur membaik dengan genangan air yang mulai surut. Namun, genangan masih tersisa di sejumlah rumah warga, dan masyarakat masih melakukan pembersihan rumah pascabanjir. BPBD Sulteng bersama BPBD Kabupaten Buol terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.