Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar di Sulteng Dimulai, Rekonstruksi Palu-Kulawi Jadi Prioritas

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:49:31 WIB
Pemprov Sulteng mulai proyek rekonstruksi jalan dan jembatan senilai Rp604,8 miliar dengan skema Multi Years Contract.

SIGI — Pemprov Sulawesi Tengah memulai proyek pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp604,8 miliar dengan skema Multi Years Contract (MYC). Ruas Palu-Kulawi di Kabupaten Sigi menjadi proyek perdana yang akan dikerjakan dalam program rekonstruksi infrastruktur daerah tersebut.

Skema MYC untuk Proyek Jangka Panjang

Skema Multi Years Contract dipilih untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun anggaran. Dengan skema ini, kontrak proyek tidak terputus di tengah jalan meskipun ada pergantian tahun fiskal.

Pemprov Sulteng menilai pendekatan MYC lebih efektif untuk proyek rekonstruksi jalan yang membentang jauh dan melintasi medan berat di wilayah Sigi dan sekitarnya.

Rekonstruksi Palu-Kulawi: Proyek Perdana

Ruas Palu-Kulawi yang berada di Kabupaten Sigi menjadi titik awal pelaksanaan proyek ini. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Palu dengan wilayah barat Sulawesi Tengah, termasuk Kecamatan Kulawi dan sekitarnya.

Kondisi jalan yang rusak berat akibat bencana gempa dan likuifaksi pada 2018 lalu menjadi alasan utama pemulihan jalur ini menjadi prioritas. Proyek ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Anggaran Rp604,8 Miliar untuk Infrastruktur Daerah

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp604,8 miliar, mencakup pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah titik di Sulawesi Tengah. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi dan dukungan pemerintah pusat melalui skema pembiayaan multiyears.

Pemprov Sulteng menargetkan proyek ini dapat mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka akses ke daerah-daerah terisolasi di Sulteng.

Dampak bagi Warga Sigi dan Sekitarnya

Warga di Kecamatan Kulawi dan desa-desa di sepanjang jalur Palu-Kulawi selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Distribusi hasil pertanian, seperti kopi dan kakao, kerap terhambat karena akses yang buruk.

Dengan dimulainya proyek rekonstruksi ini, mobilitas warga dan distribusi barang diharapkan kembali normal dalam beberapa tahun ke depan. Proyek ini juga diproyeksikan membuka peluang pariwisata ke kawasan wisata alam di Kulawi dan Taman Nasional Lore Lindu.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top