BONE — Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone pada tiga bulan pertama 2026 menunjukkan akselerasi yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan mencapai 7,84 persen, menjadikan Bone sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi terbaik di kawasan timur Sulawesi Selatan pada periode tersebut.
Capaian ini tidak lepas dari kontribusi empat sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian warga. Pertanian, yang selama ini menjadi sektor dominan, mencatatkan panen raya komoditas padi dan jagung pada awal tahun. Sementara itu, sektor UMKM dan perikanan juga menunjukkan peningkatan volume produksi dan distribusi.
Data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat menyebutkan, sektor pertanian memberikan sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bone. Namun, yang menarik adalah pertumbuhan signifikan dari sektor UMKM dan perikanan tangkap.
“Pemerintah daerah terus mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar nilai tambahnya dinikmati langsung oleh petani dan nelayan di kampung,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bone dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, pekan lalu.
Dampak langsung dari pertumbuhan ini mulai terasa pada daya beli masyarakat di pasar tradisional. Data dari Dinas Perdagangan menunjukkan, omzet pedagang di Pasar Sentral Watampone meningkat rata-rata 12 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dan irigasi di 12 kecamatan turut memperlancar distribusi hasil bumi. Hal ini memangkas biaya logistik petani hingga 15 persen, sehingga margin keuntungan mereka lebih besar.
Proyek infrastruktur yang digenjot sejak akhir 2025 memang menjadi katalis pertumbuhan. Perbaikan jalan poros kecamatan dan pembangunan pasar desa di wilayah pesisir timur Bone mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan, pada akhir tahun 2026, seluruh akses jalan ke sentra produksi pertanian di Kecamatan Kajuara, Libureng, dan Mare sudah berstatus hotmix. Langkah ini diyakini akan semakin mengerek angka pertumbuhan ekonomi di triwulan-triwulan berikutnya.