Wagub Sulteng Desak RSUD Undata Palu Terapkan Service Excellent, Pasien Rela Antre Berjam-jam di IGD Demi Kamar Rawat Inap

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:12:31 WIB
Wakil Gubernur Sulteng dorong RSUD Undata tingkatkan layanan prima demi kepuasan pasien.

PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menyoroti fenomena unik di RSUD Undata Palu: pasien lebih memilih menunggu berjam-jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ketimbang pindah ke rumah sakit lain yang masih memiliki kamar kosong. Kondisi ini, menurutnya, menjadi sinyal positif sekaligus tantangan bagi manajemen rumah sakit untuk berbenah.

"Saya berharap dengan service excellent ini kita bisa berubah," kata Reny saat membuka Workshop Service Excellent bertema "Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui Implementasi Nilai Berani Sehat" di Palu, Kamis.

Pasien Tolak Alternatif RS Lain, Manajemen Diminta Responsif

Reny mengungkapkan bahwa pihak RSUD Undata sebenarnya telah menawarkan alternatif perawatan di rumah sakit lain yang masih memiliki ketersediaan kamar. Namun, mayoritas pasien tetap ngotot menunggu kamar di Undata. "Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Undata terus meningkat," ujarnya.

Menurut Wagub, meningkatnya kepercayaan itu harus diimbangi dengan komitmen peningkatan kualitas layanan yang berorientasi pada kepuasan pasien. Ia menekankan bahwa penerapan pelayanan prima menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Bukan Sekadar Sarana, tapi Budaya Kerja Nakes

Dalam workshop tersebut, Reny menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya ditunjang oleh sarana dan prasarana. Faktor yang tak kalah penting adalah sikap, komunikasi, dan budaya kerja seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kepercayaan yang sudah tinggi ini harus kita jaga. Jangan sampai justru menurun karena pelayanan yang tidak prima," tegasnya.

Workshop Jadi Momentum Transformasi Layanan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap workshop tersebut dapat mendorong transformasi budaya pelayanan di lingkungan RSUD Undata. Dengan demikian, rumah sakit plat merah ini mampu menjawab ekspektasi masyarakat Sulawesi Tengah yang semakin tinggi terhadap layanan kesehatan, khususnya di era program unggulan Berani Sehat.

RSUD Undata merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah. Lonjakan jumlah pasien dalam beberapa bulan terakhir menjadi indikator bahwa rumah sakit ini semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berobat.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top