JAKARTA — Pergerakan harga emas Antam kembali menunjukkan koreksi tipis setelah sempat bertahan di level tinggi. Pada Kamis (4/6), harga dasar satu gram emas batangan Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.759.000. Penurunan ini mengikuti pola fluktuasi harga logam mulia dalam beberapa pekan terakhir yang masih bergerak di kisaran psikologis Rp 2,7 juta per gram.
Bersamaan dengan penurunan harga jual, harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan ke Antam juga ikut terkoreksi. Buyback hari ini tercatat Rp 2.520.000 per gram, turun Rp 2.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback ini merupakan margin yang menjadi patokan bagi investor yang ingin melakukan transaksi jual-beli logam mulia.
Untuk satuan yang lebih kecil, Antam juga menetapkan harga yang bervariasi. Emas batangan ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.429.500, sedangkan ukuran 2 gram dibanderol Rp 5.458.000. Untuk pecahan 5 gram, harganya mencapai Rp 13.395.000, dan ukuran 10 gram dipatok Rp 26.735.000.
Adapun untuk ukuran besar, emas batangan 100 gram dijual Rp 265.612.000, dan ukuran 500 gram mencapai Rp 1.326.820.000. Harga-harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Koreksi harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global yang sedikit melemah. Pelaku pasar masih mencermati data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat, yang bisa mempengaruhi arah suku bunga acuan The Fed. Ketidakpastian ini membuat harga emas cenderung bergerak fluktuatif dalam rentang sempit.
Analis menilai bahwa penurunan tipis hari ini belum mengubah tren kenaikan emas dalam jangka panjang. Permintaan dari bank sentral berbagai negara dan ketegangan geopolitik masih menjadi katalis yang menopang harga logam mulia di level tinggi.
Bagi investor ritel di Indonesia, fluktuasi harian seperti ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi pembelian. Harga buyback yang masih berada di atas Rp 2,5 juta per gram dinilai cukup menarik bagi mereka yang ingin mencairkan investasi. Namun, para ahli menyarankan agar investor tidak terlalu fokus pada pergerakan harian dan lebih melihat tren jangka menengah hingga panjang.
Pemerintah melalui PT Antam terus menjaga pasokan logam mulia di pasar domestik. Masyarakat dapat membeli emas Antam melalui butik emas resmi, gerai Pegadaian, atau platform marketplace yang telah bekerja sama dengan Antam.