SULAWESI TENGAH — Malang – Arema FC bergerak cepat membangun fondasi jangka panjang. Setelah melalui tiga musim penuh gejolak dengan enam kali pergantian pelatih di tengah jalan, Singo Edan kini mengisyaratkan stabilitas di kursi kepelatihan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa keputusan final masih menunggu rapat resmi dengan Board of Directors (BOD). Namun, sinyal hijau untuk Marcos Santos sudah sangat kuat.
"Pertimbangannya, selama 3 tahun terakhir kita sudah mengganti 6 pelatih di tengah jalan, dan baru pelatih ini yang bisa bertahan sampai akhir musim," jelas pria yang akrab disapa Inal tersebut dalam laman resmi I.League, Selasa (11/2).
Manajemen menilai Marcos Santos memiliki kualitas yang langka. Selain jeli dalam berburu pemain, ia dinilai mampu menjaga keharmonisan internal tim.
"Dia sangat jeli mencari pemain, mampu mengayomi tim, dan tidak ada isu negatif di dalam internal. Dia juga sudah paham karakter pemain dan kompetisi di Indonesia," tambah Inal.
Perjalanan Arema FC di BRI Super League 2025/26 tidak mulus. Konsistensi permainan sempat naik-turun, ditambah duka mendalam setelah berpulangnya asisten pelatih legendaris, Kuncoro.
Kemampuan Marcos Santos menakhodai tim hingga akhir musim di tengah tekanan dan duka itulah yang menjadi nilai plus terbesar di mata manajemen.
Tak hanya fokus pada pelatih kepala, Arema FC mulai menyusun strategi pembenahan di sektor staf kepelatihan. Salah satu posisi yang tengah dievaluasi serius adalah analis video, demi menyempurnakan performa tim musim depan.