SULAWESI TENGAH — Jakarta — Belanja obat lewat aplikasi Gojek bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi warga kota yang tak punya waktu antre di apotek. Melalui kolaborasi dengan Halodoc, Gojek menghadirkan GoMed, fitur yang menggabungkan telemedis, resep digital, dan logistik instan dalam satu genggaman. Data internal menunjukkan distribusi obat via layanan ini 60 persen lebih cepat ketimbang cara lama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Prosesnya dimulai dari aplikasi Gojek. Pengguna cukup menekan ikon palang medis bertuliskan GoMed di halaman utama. Jika tidak muncul, klik tombol "Lainnya" untuk menemukan daftar layanan lengkap. Setelah masuk, sistem akan terhubung langsung ke platform Halodoc.
Di dalamnya, tersedia tiga kategori obat: obat bebas (lingkaran hijau) yang bisa dibeli tanpa resep, obat bebas terbatas (lingkaran biru) dengan peringatan khusus, dan obat keras (lingkaran merah) yang wajib disertai resep dokter. Untuk obat keras, pengguna harus mengunggah foto resep asli atau hasil konsultasi daring di platform yang sama.
Setelah memilih produk, GPS aplikasi akan mendeteksi lokasi pengguna dan mencarikan apotek mitra terdekat—baik Kimia Farma, Century, Guardian, maupun apotek lokal berizin. Tujuannya jelas: menekan ongkos kirim dan memastikan obat sampai dalam waktu kurang dari 60 menit. Rata-rata, pengiriman instan hanya butuh 30–45 menit dalam radius 5–10 kilometer.
Pembayaran bisa dilakukan lewat GoPay, PayLater, atau kartu kredit/debit. Begitu pembayaran terverifikasi, pesanan langsung diteruskan ke driver yang akan menjemput obat di apotek. Semua apotek mitra wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA), menjamin keaslian produk.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peredaran obat palsu di pasar gelap digital masih menjadi ancaman serius. Dengan GoMed, rantai pasok terpantau digital: obat dikirim langsung dari apotek fisik legal ke tangan konsumen tanpa perantara pihak ketiga yang tak terverifikasi. Kemasan pun disegel rapat untuk menjaga privasi pengguna.
Namun, ada satu kendala yang kerap dihadapi: pembelian obat keras. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) mewajibkan resep dokter untuk obat-obat tertentu guna mencegah penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Pengguna yang tak punya resep bisa memanfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc sebelum menebus obat.
Gojek terus memperluas kerja sama dengan apotek lokal di luar Jawa untuk menjangkau lebih banyak pengguna. Ke depan, fitur riwayat transaksi di GoMed juga bisa dimanfaatkan pasien untuk konsultasi lanjutan—memudahkan dokter melihat obat yang pernah dikonsumsi. Bagi pengguna baru, kuncinya satu: pastikan resep sudah siap sebelum memesan obat keras agar proses berjalan mulus.