MOROWALI — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Morowali saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 digelar. Ratusan peserta dari kalangan ASN, TNI-Polri, dan perwakilan masyarakat mengikuti jalannya upacara sejak pagi.
Bagi Morowali, yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri di Sulawesi Tengah, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang masyarakat dan pekerja yang datang dari berbagai daerah.
Pemkab Morowali memanfaatkan upacara ini untuk menegaskan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam setiap kebijakan pembangunan. Hal ini dinilai krusial mengingat Morowali terus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di provinsi ini.
Upacara dipimpin langsung oleh pejabat dari lingkungan Pemkab Morowali. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengirimkan perwakilan, termasuk unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).
Kehadiran warga masyarakat di luar unsur pemerintahan juga terlihat. Mereka datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut. Tidak ada insiden berarti selama jalannya upacara.
Halaman Kantor Bupati Morowali yang menjadi lokasi utama tampak tertata rapi. Para peserta berbaris sesuai dengan instansi masing-masing dengan mengenakan pakaian dinas. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi puncak acara.
Setelah upacara selesai, sejumlah peserta terlihat berbincang dan bersalaman. Tidak ada agenda tambahan seperti pawai atau kegiatan hiburan yang dilaporkan dalam peringatan tahun ini. Acara berlangsung sederhana namun tetap penuh makna.
Pemkab Morowali belum merilis pernyataan resmi mengenai program lanjutan pasca-peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun, tradisi di tahun-tahun sebelumnya, momen ini kerap diikuti dengan kegiatan sosial atau diskusi kebangsaan di lingkungan perkantoran.
Masyarakat berharap nilai-nilai yang diperingati setiap 1 Juni ini tidak hanya berhenti di lapangan upacara. Penerapan gotong royong dan keadilan sosial dinilai perlu terlihat nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan di Morowali.