PALU — Gubernur Sulawesi Tengah mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi tabur bunga di Teluk Palu dengan menggunakan kapal perang TNI AL dalam rangka peringatan Hari Trisula. Momen ini berlangsung di perairan Teluk Palu, Sulawesi Tengah, pada pekan lalu. Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam operasi penumpasan sisa-sisa Gerakan 30 September 1965.
Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti rangkaian acara yang sarat makna sejarah tersebut. Ia mengakui, sepanjang kariernya di pemerintahan, belum pernah ada momen tabur bunga yang melibatkan unsur Alutsista TNI AL secara langsung.
“Baru kali ini saya bisa tabur bunga di tengah laut dengan kapal perang. Ini pengalaman yang luar biasa dan sangat mengharukan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menurut Dan Satgas Kolonel Laut Agung Nugroho, digelarnya peringatan Trisula di Palu mengingat pentingnya tugas TNI AL adalah menegakan hukum. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bagi prajurit untuk terus menjaga kedaulatan negara.
“Peringatan ini mengingatkan kita semua akan pengabdian para pahlawan. TNI AL hadir untuk menegakkan hukum dan melindungi wilayah perairan Indonesia,” kata Kolonel Agung.
Prosesi tabur bunga dilakukan dari atas geladak kapal perang jenis KRI yang berlabuh di Teluk Palu. Ratusan karangan bunga ditaburkan ke laut oleh Gubernur, jajaran Forkopimda, serta prajurit TNI AL. Air laut yang tenang dan cuaca cerah turut mendukung jalannya upacara penghormatan tersebut.
Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta mengheningkan cipta sejenak sebelum melepas bunga ke permukaan air. Beberapa nelayan yang melintas di sekitar lokasi juga ikut menyaksikan prosesi dari kejauhan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan TNI AL sepakat untuk menjadikan peringatan Trisula sebagai agenda tahunan yang melibatkan masyarakat pesisir. Gubernur berharap momen ini bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi generasi muda di daerah.
“Kami ingin anak-anak muda Palu dan sekitarnya tahu bahwa laut adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Tabur bunga dengan kapal perang ini harus terus dilestarikan,” pungkasnya.