AMPANA — Ratusan karyawan BRI Ampana mengikuti upacara bendera di halaman kantor setempat, Kamis (1/6). Upacara berlangsung khidmat dengan inspektur upacara yang membacakan naskah Pancasila dan mengajak seluruh peserta merenungkan makna dasar negara.
Peringatan tahun ini tidak sekadar seremonial. Pimpinan BRI Ampana menyebut bahwa di era digital, nilai gotong royong dan persatuan kerap tergerus oleh polarisasi informasi. Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk menyegarkan kembali komitmen kebangsaan di lingkungan kerja.
Seluruh karyawan yang hadir tampak mengenakan seragam batik. Mereka mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir tanpa meninggalkan tugas pelayanan nasabah yang sudah dijadwalkan bergilir.
Dalam amanatnya, inspektur upacara menekankan bahwa semangat Pancasila harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat. BRI sebagai lembaga keuangan milik negara memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi rakyat di daerah.
“Nilai keadilan sosial dan persatuan harus menjadi landasan setiap keputusan, mulai dari pemberian kredit hingga edukasi keuangan kepada pelaku UMKM,” ujar salah satu pejabat BRI Ampana yang memimpin jalannya upacara.
Tahun ini, BRI Ampana juga menggelar sesi diskusi internal setelah upacara. Diskusi membahas tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian dan perikanan di Tojo Una-Una. Para karyawan diajak untuk lebih adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa. Tidak ada pawai atau atraksi budaya seperti tahun-tahun sebelumnya karena pihak bank memilih fokus pada penguatan internal.
Peringatan ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas pelayanan. Dengan semangat persatuan yang diperbarui, BRI Ampana menargetkan peningkatan literasi keuangan di desa-desa sekitar. Petugas lapangan akan lebih gencar melakukan sosialisasi ke kelompok tani dan nelayan.
Kegiatan serupa juga dilakukan oleh unit-unit BRI lainnya di Sulawesi Tengah secara serentak. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam merawat nilai-nilai Pancasila di seluruh lini operasional.