PALU — Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat korban dalam kondisi tidak bergerak di dalam kamar. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwajib yang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi dari Polsek Palu Timur tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Tim identifikasi langsung memasang garis polisi dan memeriksa setiap sudut ruangan guna mengumpulkan barang bukti. Surat yang ditinggalkan korban kini menjadi salah satu petunjuk utama bagi penyidik untuk mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut.
Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian, surat tersebut ditulis tangan oleh korban sebelum kejadian. Isinya memuat permintaan maaf kepada orang tua dan sanak saudara. Belum ada pernyataan resmi dari aparat mengenai detail lebih lanjut isi surat karena masih dalam proses penyelidikan.
Keluarga korban yang tengah berduka belum bersedia memberikan keterangan detail kepada awak media. Namun, suasana duka menyelimuti rumah duka di Kelurahan Tondo. Beberapa tetangga dan kerabat tampak berdatangan untuk memberikan penghiburan. Warga setempat berharap kasus ini segera terang agar keluarga yang ditinggalkan mendapat kejelasan.
Kapolsek Palu Timur melalui Kanit Reskrim menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik peristiwa ini. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk anggota keluarga inti, terus dilakukan. Hasil olah TKP dan isi surat akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada faktor eksternal yang memicu peristiwa tragis ini.
Jenazah korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani visum. Proses pemakaman rencananya akan dilakukan setelah pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan medis dan memberikan izin.