Pemprov Sulteng Salurkan 127 Hewan Kuran saat Idul Adha 1447 H, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Semangat Berbagi di Tengah Efisiensi

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:18:04 WIB
Gubernur Anwar Hafid memantau langsung penyaluran 127 hewan kurban di Sulawesi Tengah.

PALU — Sebanyak 127 ekor hewan kurban telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) kepada masyarakat dalam rangka merayakan Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke berbagai titik di wilayah provinsi, melibatkan instansi pemerintah dan lembaga sosial setempat.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, secara langsung memantau proses penyaluran dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, semangat berbagi di tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan upaya pemerintah melakukan efisiensi di berbagai sektor.

Mengapa Semangat Berbagi Tahun Ini Lebih Spesial?

Anwar Hafid menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. “Di tengah kebijakan efisiensi yang kita jalankan, semangat pengorbanan dan kebersamaan justru harus semakin tinggi,” ujar Gubernur dalam keterangannya, Selasa (17/6).

Ia menambahkan, penyaluran hewan kurban ini menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Daging kurban didistribusikan secara merata, terutama kepada warga yang membutuhkan di daerah pelosok.

Berapa Banyak Hewan Kurban yang Disalurkan?

Total hewan kurban yang disalurkan Pemprov Sulteng mencapai 127 ekor. Rinciannya terdiri dari sapi, kambing, dan domba yang telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. Distribusi dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta organisasi kemasyarakatan setempat.

Proses pemotongan dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) dan lapangan yang telah disediakan di beberapa kecamatan. Petugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai syariat Islam dan protokol kesehatan hewan.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Sulteng?

Penyaluran hewan kurban ini memberikan dampak langsung bagi ribuan keluarga penerima. Daging kurban dibagikan dalam bentuk paket siap olah, sehingga warga tidak perlu repot mengolah sendiri. Beberapa penerima manfaat di Kecamatan Palu Timur mengaku terbantu dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah, kami dapat menikmati daging kurban tahun ini. Semoga pemerintah terus peduli,” ujar Siti, salah seorang warga penerima di Kelurahan Besusu Barat.

Bagaimana Mekanisme Distribusi ke Daerah Terpencil?

Distribusi hewan kurban ke daerah terpencil dilakukan secara bertahap. Tim menggunakan kendaraan roda empat dan perahu motor untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan pendataan penerima manfaat akurat.

“Kami pastikan daging sampai ke tangan yang berhak, termasuk warga di pesisir dan pegunungan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulteng.

Apakah ada target penyaluran tahun depan?

Pemprov Sulteng berencana meningkatkan jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun depan. Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan jajarannya untuk melakukan evaluasi dan pendataan ulang kebutuhan di lapangan. “Kami ingin semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top