Pencarian

Dugaan Mafia Solar Subsidi di SPBU Padang Sappa Luwu Dilaporkan Warga

Jumat, 11 September 2026 • 07:49:31 WIB
Dugaan Mafia Solar Subsidi di SPBU Padang Sappa Luwu Dilaporkan Warga
Warga melaporkan dugaan penyalahgunaan solar subsidi di SPBU Padang Sappa, Luwu, ke kanal resmi Pertamina.

SULAWESI TENGAHAK mengaku telah menyampaikan laporan ke Pertamina lewat beberapa kanal resmi: Call Center 135, aplikasi MyPertamina, layanan WhatsApp pelanggan, hingga surat elektronik ke Customer Care Pertamina. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga soal tindak lanjut laporan tersebut.

Apa yang Dilaporkan Warga

Berdasarkan pengamatan AK selama beberapa bulan terakhir, ada sejumlah kendaraan yang diduga terlibat pelangsiran atau penimbunan solar subsidi di SPBU Padang Sappa.

"Pihak SPBU 74.919.04 Padang Sappa diduga melakukan kerja sama dengan sejumlah pengumpul atau penimbun BBM jenis solar subsidi," kata AK kepada media ini.

Ia menyebut sedikitnya tujuh kendaraan diduga rutin mengisi solar subsidi. Satu di antaranya truk dump berwarna kuning, sisanya minibus jenis Panther dan Kijang dengan warna berbeda-beda.

Modus Barcode dan Pengisian Berulang

AK menduga modus yang dipakai adalah pengisian BBM dengan beberapa kali pemindaian barcode dalam satu transaksi. Setiap barcode disebut bernilai pembelian hingga sekitar Rp900 ribu.

Dari satu kali pengisian, menurut AK, bisa dihasilkan puluhan jerigen solar yang ditampung langsung dari tangki kendaraan. Ia juga menduga barcode yang dipakai tidak sesuai identitas kendaraan pengisi, melainkan barcode terdaftar untuk kendaraan berkapasitas lebih besar.

Setelah kendaraan-kendaraan itu selesai mengisi, stok solar di SPBU kerap dinyatakan habis. Pada hari yang sama, penjualan solar kembali dilakukan ketika kendaraan yang diduga pelangsir sudah berada di antrean terdepan.

"Pengisian oleh kendaraan tersebut bahkan bisa terjadi hingga tiga kali dalam sehari," ungkapnya.

Solar Ditampung di Dua Lokasi

Warga lain berinisial HE mengaku mendapat informasi bahwa solar yang sudah diisi ditampung di dua lokasi berbeda di sekitar wilayah selatan SPBU. HE juga menyebut dugaan pembagian hasil dari aktivitas pelangsiran, meski informasi itu masih butuh pembuktian lebih lanjut.

Keterangan berbeda datang dari warga berinisial AM. Ia mengaku mengetahui sekaligus terlibat dalam penyaluran solar yang diduga berasal dari SPBU tersebut ke sejumlah pihak. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 12.37 WITA.

Menurut AM, volume solar yang ia salurkan setiap hari berkisar 30 hingga 40 jerigen. Solar itu ia kirim ke berbagai tempat, termasuk perusahaan jasa konstruksi dan infrastruktur pengaspalan di wilayah Luwu Raya.

Tanggapan Pengelola SPBU

Pengelola SPBU 74.919.04 Padang Sappa, Ros, memberi tanggapan melalui pesan WhatsApp. Ia menegaskan akan memecat pegawainya jika dugaan tersebut terbukti benar.

"Terus saja pantau Padang Sappa, kalau ada operator atau pengawas yang nakal, langsung telepon saya. Insyaallah saya pecat," tulis Ros.

Media masih berupaya mengonfirmasi Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, dan pihak-pihak yang namanya disebut dalam laporan warga.

Dampak jika Dugaan Terbukti

Pemantauan di lapangan menunjukkan dugaan aktivitas penimbunan solar subsidi di SPBU Padang Sappa masih berlangsung hingga berita ini diterbitkan.

Jika terbukti, praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan. Solar bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya, sehingga penimbunan dan penjualan ulang merugikan konsumen yang seharusnya dilayani.

Warga yang menemukan indikasi serupa di SPBU lain bisa melapor ke Call Center Pertamina 135, aplikasi MyPertamina, atau layanan WhatsApp pelanggan Pertamina. Simpan bukti berupa foto, video, atau catatan waktu pengisian agar laporan bisa ditindaklanjuti.

Hati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa "pengurusan" laporan atau menjanjikan kelancaran pembelian solar bersubsidi dengan imbalan uang. Kanal pengaduan resmi Pertamina tidak memungut biaya.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: simpulrakyat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks