MOROWALI — Kawasan industri PT IMIP yang padat aktivitas kini menjadi fokus operasi preventif kepolisian. Polsek Bahodopi menempatkan belasan baliho berisi pesan Kapolres Morowali di titik-titik strategis parkiran. Langkah ini dinilai lebih efektif menjangkau ribuan pengendara dibanding sekadar patroli rutin.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K. menegaskan, pengamanan kendaraan tidak bisa hanya dibebankan pada aparat. Kesadaran pemilik kendaraan menjadi kunci utama memutus rantai aksi pencurian.
Isi Imbauan: Kunci Ganda hingga Larangan Tinggalkan Barang Berharga
Baliho yang terpasang di 12 titik itu memuat instruksi praktis yang jarang disorot dalam sosialisasi biasa. Selain imbauan memarkir kendaraan di tempat aman, pesan tersebut secara eksplisit meminta pemilik kendaraan tidak meninggalkan barang berharga di dalam kabin.
"Keamanan kendaraan tanggung jawab bersama. Jangan tinggalkan kendaraan di tempat sepi. Jangan tinggalkan kunci atau barang berharga di dalam. Kalau bisa pakai kunci pengaman tambahan," tegas Kapolres dalam keterangannya, Jumat.
Instruksi penggunaan kunci pengaman tambahan ini menjadi sorotan. Modus curanmor di kawasan industri kerap memanfaatkan kelengahan korban yang hanya mengandalkan kunci standar pabrikan.
Mengapa 12 Titik di Bahodopi? Ini Alasan Polisi
Pemilihan titik pemasangan bukan tanpa perhitungan. Kapolsek Bahodopi IPTU Ewaldo Tasmi, S.Tr.K. menjelaskan, konsentrasi kendaraan di area PT IMIP tidak merata. Polisi memetakan lokasi-lokasi dengan intensitas parkir tertinggi.
"Ini bentuk edukasi agar pengguna kendaraan lebih peduli dengan keamanan kendaraannya. Wilayah Bahodopi ramai, jadi jangan sampai lengah," ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, baliho tersebut juga memuat ajakan aktif bagi warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar area parkir, warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Upaya Berkelanjutan atau Sekadar Seremonial?
Pihak kepolisian memastikan langkah ini bukan kegiatan sekali jalan. Polres Morowali berkomitmen melanjutkan program preventif lain setelah pemasangan baliho. Fokusnya pada evaluasi titik rawan yang dinamis mengikuti perkembangan aktivitas industri.
Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait tingginya mobilitas pekerja di kawasan smelter yang kerap menjadi target operasi pelaku kejahatan jalanan. Dengan pendekatan edukasi visual, polisi berharap angka curanmor di wilayah hukum Morowali dapat ditekan secara signifikan.